Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
18 Anak Meninggal Usai Konsumsi Obat Sirop Buatan India
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kementerian Kesehatan Uzbekistan mengatakan 18 anak di negaranya meninggal usai mengonsumsi obat pilek dan flu yang diproduksi oleh produsen obat India Marion Biotech Pvt Ltd. Mengutip Reuters, Kamis (29/12), kementerian itu mengatakan 18 dari 21 anak yang mengonsumsi sirup Doc-1 Max itu mengalami penyakit pernapasan akut setelah meminum obat itu.
Setelah kejadian itu, kementerian menyelidiki obat untuk mencari penyebab kematian. Hasil penyelidikan mengungkap satu batch sirup itu mengandung etilen glikol, zat berbahaya yang diduga menjadi pemicu kasus gagal ginjal.
Hasil penyelidikan mengungkap obat sirup tersebut diimpor ke Uzbekistan oleh Quramax Medical LLC. Kementerian itu juga menyatakan sirup tersebut diberikan kepada anak-anak di rumah tanpa resep dokter dengan dosis yang melebihi standar untuk anak-anak.
Tidak jelas apakah semua atau salah satu dari anak-anak tersebut telah mengkonsumsi kelompok obat yang dicurigai atau telah mengkonsumsi lebih dari dosis standar, atau keduanya.
Marion Biotech, Quramax Medical dan kementerian kesehatan India tak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters. Sumber pemerintah India mengatakan kementerian kesehatan sedang menyelidiki masalah ini.
India pada Selasa meluncurkan inspeksi beberapa pabrik obat di seluruh negeri untuk memastikan standar kualitas tinggi. Insiden di Uzbekistan mengikuti kasus serupa di Gambia. Dalam kasus di Gambia, 70 anak juga dilaporkan meninggal akibat disebabkan oleh sirup obat batuk dan flu yang dibuat oleh Maiden Pharmaceuticals Ltd yang berbasis di New Delhi.
Namun berkaitan kasus di Gambia itu, baik pemerintah India maupun perusahaan telah membantah bahwa obat-obatan itu salah. India dikenal sebagai apotek dunia.
Ekspor obat-obatan hasil produksi pabrik mereka meningkat lebih dari dua kali lipat selama dekade terakhir menjadi US$24,5 miliar pada tahun fiskal lalu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2313 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1938 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun