Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
243 Pecahan Situs Budha Diboyong ke Denpasar
BERITABALI.COM, BULELENG.
Penemuan pecahan situs Budha berupa materai, relief dan stupika di Desa Ume Anyar, Seririt, merupakan penemuan terbesar peninggalan sejarah Budha di Buleleng, sehingga 243 pecahan situs budha tersebut, Senin (3/3) diboyong ke Denpasar oleh Balai Arkeologi (Balar) Denpasar untuk diteliti.
“Dilihat dari angka tahun situs Budha yang ditemukan warga Desa Ume Anyar itu sekitar abad ke 8–9, menjadikan penemuan ini terkaya dan terbesar dalam sejarah penemuan situs Budha di Buleleng. Karena yang kita temukan disini sangat lengkap, baik dari bentuk stupikanya maupun meterai-meterainya,” ungkap Kepala Kantor Balai Arkeologi Denpasar, Drs. AA Gede Oka Astawa, M.Hum.
Selanjutnya 243 pecahan dari tanah liat situs Budha yang terdiri dari stupika ukuran besar, kecil dan sedang dan stupika khusus serta berbagai macam bentuk meterai budha yang berisi mantram-mantram khas Budha diboyong oleh Badan Arkeologi Denpasar untuk diteliti. ‘’Kita akan bawa dulu benda-benda ini dan nanti sehabis Hari Raya Nyepi kami akan datang lagi untuk meneliti lokasi lebih dalam lagi,’’ ujar Oka Astawa.
Setelah mengelompokkan benda-benda yang sebelumnya ditemukan warga, Badan Arkeologi Denpasar, didampingi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Buleleng dan Kapolsektif Seririt, AKP Made Sanjaya menuju lokasi penemuan yang masih dipasangi garis polisi. ”Di lokasi ini mungkin masih ada benda-benda yang tersisa, sehingga saya harapkan lokasi ini bisa diamankan dulu,” ujar Oka Astawa.
Sementara, jika dilihat dari bahan dasar stupika (miniatur) yang ditemukan di Ume Anyar, jenisnya hampir sama dengan Candi Borobudur, termasuk gambar-gambar yang ada di dalam meterai-meterai. "Kalau stupika ini adalah miniaturnya, sedangkan kalau stupa itu adalah candinya,’’ papar Oka Astawa.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5991 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4674 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2653 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2314 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan