Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
453 Polisi di Jembrana Amankan Pemilu 2024, Soroti Pengawasan Konten Medsos
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Ratusan anggota Polres Jembrana telah mengikuti apel gelar pasukan Operasi Mantap Brata Agung 2023-2024 yang digelar di Lapangan Pecangakan, Jembrana, pada Selasa, 17 Oktober 2023.
Sebanyak 453 personel telah dikerahkan untuk memastikan kelancaran proses Pemilu 2024 mendatang. Selain kehadiran polisi, juga melibatkan TNI, Linmas, dan Pecalang untuk menciptakan situasi kondusif di gumi makepung.
Tantangan utama dalam Pemilu 2024 adalah dampak dari postingan media sosial yang berpotensi mengganggu situasi di Jembrana. Oleh karena itu, pengelolaan risiko di media sosial menjadi fokus penting untuk mencegah penyebaran berita palsu yang dapat memicu ketegangan di antara pendukung calon.
"Ada total 453 personel yang terlibat dalam operasi ini. Namun, pada hari pelaksanaan nanti, diharapkan akan ada penambahan personel dari Polda Bali," ungkap Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana, pada Selasa, 17 Oktober 2023.
AKBP Juliana menekankan bahwa selain personel Polri, partisipasi dari TNI, Linmas, dan Pecalang juga sangat penting. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian yang tidak diinginkan selama Pemilu 2024 berlangsung di Jembrana.
Ketika ditanya tentang potensi titik rawan di Jembrana selama Pemilu, AKBP Juliana menyoroti bahwa media sosial merupakan salah satu aspek yang perlu diantisipasi.
Di tengah situasi saat ini, perhatian khusus harus diberikan pada pengawasan media sosial agar tidak terjadi kerusuhan akibat dari konten atau narasi yang disebarkan dengan sengaja.
"Media sosial adalah hal yang sangat kritis untuk diawasi. Kita harus memastikan bahwa masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang disebarkan dengan maksud tertentu. Sebagai langkah pencegahan, penting untuk menyebarkan pesan kedamaian terkait Pemilu kepada masyarakat di Jembrana. Kami juga telah mengadakan deklarasi dan kegiatan doa bersama untuk mengajak masyarakat dalam mewujudkan situasi yang damai," tandasnya.
"Ini berarti meskipun kita memiliki pilihan yang berbeda, kita semua tetap bersaudara. Kami memiliki ikatan yang kuat dalam masyarakat yang harus dijaga. Hal ini untuk kepentingan persatuan dan kesatuan di Kabupaten Jembrana," pungkasnya
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5989 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4674 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2652 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2312 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan