Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
58 Biksu Thudong Lintasi Bedugul hingga Gilimanuk, Warga Sambut Hangat
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sebanyak 58 biksu dari Thailand, Malaysia, dan Laos yang tergabung dalam rombongan Thudong melanjutkan perjalanan spiritual mereka melintasi sejumlah wilayah di Bali.
Rombongan yang menjalankan praktik asketik tersebut memulai perjalanan dari kawasan pegunungan Bedugul menuju Bali Utara dengan berjalan kaki sambil menjalani meditasi dan hidup sederhana sepanjang perjalanan.
Saat melintasi wilayah Singaraja, masyarakat terlihat antusias menyambut rombongan biksu tersebut. Warga memberikan air minum, makanan ringan, serta dukungan moral sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan spiritual mereka menuju Pulau Jawa.
Salah satu biksu asal Thailand, Ajhran Prasan, mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Bali selama perjalanan. Dalam keterangannya, ia menyebut perjalanan dari Bedugul hingga Singaraja dan Gilimanuk sangat menyenangkan karena sambutan hangat warga yang selalu memberikan bantuan dan semangat.
"Perjalanan dari Bedugul, Singaraja hingga Gilimanuk sangat menyenangkan. Masyarakat Bali sangat ramah, dan mereka sangat antusias memberikan bantuan serta semangat kepada kami," ujarnya.
Setelah menempuh perjalanan panjang di Bali, rombongan kemudian tiba di Vihara Empu Astapaka Gilimanuk. Lokasi ini menjadi titik akhir perjalanan mereka di Pulau Bali sebelum melanjutkan penyeberangan ke Pulau Jawa.
Perjalanan Thudong ini merupakan bagian dari ritual spiritual yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menjadi sarana penyebaran pesan perdamaian, kesederhanaan, dan ketenangan batin.
Dukungan masyarakat Bali disebut menjadi energi positif bagi para biksu dalam melanjutkan perjalanan panjang menuju Candi Borobudur sebagai tujuan akhir perjalanan spiritual mereka.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli