Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Airlangga Pastikan Bali Jadi Lokasi Pusat Finansial, Kura Kura Bali dan KEK Sanur Disiapkan
bbn/dok Setpres/Airlangga Pastikan Bali Jadi Lokasi Pusat Finansial, Kura Kura Bali dan KEK Sanur Disiapkan.
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pemerintah memastikan Bali tetap menjadi lokasi utama pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) atau International Financial Center (IFC). Dua kawasan yang telah dipersiapkan sebagai pusat pengembangan adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali dan KEK Sanur.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Menurutnya, hingga saat ini pemerintah belum memiliki rencana untuk mengembangkan pusat finansial internasional di luar Pulau Bali.
"Lokasi PFII nantinya kita siapkan di Bali. Kalau untuk di tempat lain selain Bali, kami belum tentukan," kata Airlangga saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (24/6/2026).
Selain KEK Kura Kura Bali dan KEK Sanur, pemerintah juga membuka peluang menambah satu lokasi lagi di Bali sebagai bagian dari pengembangan PFII. Namun, kawasan yang akan dipilih masih dalam tahap kajian.
"Tapi di Bali, kemungkinan bisa 3 titik," ujar Airlangga.
Saat ini, pemerintah masih memfokuskan penyusunan landasan hukum melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) PFII. Proses tersebut menjadi tahapan awal sebelum penyusunan regulasi teknis mengenai operasional pusat finansial internasional.
"Kita bentuk undang-undangnya dulu, setelah itu, baru kita atur teknisnya," jelas Airlangga.
PFII dirancang sebagai kawasan jasa keuangan berdaya saing global dengan berbagai insentif, termasuk kebijakan perpajakan yang kompetitif. Pemerintah menargetkan pusat finansial ini mampu menarik investasi internasional seperti yang berhasil dilakukan Singapura maupun Dubai.
"Kalau kita sekarang dengan tradisional investasi kan satu tahun kira-kira Rp2.200 triliun untuk investasi. Tapi bandingkan dengan negara Singapura mereka bisa menarik investasi terkait dengan financial center mereka naiknya berkali-kali lipat. Begitu juga di Dubai, investasinya per tahun bisa mencapai US$800 miliar," ungkapnya.
Sejumlah indikator menunjukkan perkembangan positif di dua kawasan yang diproyeksikan menjadi lokasi PFII. Hingga kuartal I 2026, KEK Kura Kura Bali telah membukukan realisasi investasi sebesar Rp1,62 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2.146 orang.
Baca juga:
Bali dan IKN Dipilih Jadi Opsi Family Office
Sementara itu, KEK Sanur mencatat realisasi investasi kumulatif sebesar Rp5,37 triliun hingga kuartal I 2026. Kawasan tersebut juga telah menyerap 5.444 tenaga kerja dan menerima kunjungan sebanyak 279.804 wisatawan.
Pengembangan PFII di Bali diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan internasional, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan sektor pariwisata dan ekonomi di Pulau Dewata.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5664 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2520 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2186 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2179 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan