Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Alami Kondisi Rusak, Komisi II DPRD Tabanan Kunjungi Sekolah di Kerambitan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Komisi II DPRD Kabupaten Tabanan menemukan sejumlah kerusakan serius di tiga sekolah Kecamatan Kerambitan, meliputi SDN 1 Pangkung Karung, TK Negeri Kerambitan, dan SDN 1 Tibubiu saat kunjungan lapangan pada Rabu (9/10).
Kunjungan tersebut sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait kondisi sekolah yang memprihatinkan. Selain Komisi II, sejumlah dinas terkait seperti Dinas PUPRPKP dan Dinas Pendidikan turut serta dalam peninjauan tersebut.
Ketua Komisi II DPRD Tabanan I Wayan Lara mengungkapkan perbaikan tidak bisa dilakukan segera, melainkan perlu direncanakan secara matang. “Kami sudah melihat langsung. Tentu tidak bisa langsung perbaikan. Minimal nanti dipolakan, dari mana sumber dananya dan pengerjaannya seperti apa,” ujarnya.
Menurut Lara, TK Negeri Kerambitan mengalami kerusakan berat karena ruang kelasnya berdekatan dengan jurang, yang berpotensi longsor saat hujan deras. Untuk itu, pemerintah daerah harus segera melakukan upaya perbaikan.
“Kemudian, SDN 1 Pangkung Karung tergolong rusak sedang, namun masih bisa digunakan, dengan perbaikan yang dibutuhkan pada tembok. Sementara SDN 1 Tibubiu mengalami kerusakan sedang di beberapa ruang kelas,” ujarnya.
Pihaknya akan melakukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan langkah selanjutnya. “Kami di Komisi II akan rutin turun ke lapangan karena sesuai bidang yang kami tangani, yakni infrastruktur. Setelah itu, kami akan bahas Lebih banyak di rapat kerja,” katanya.
Dia menekankan pentingnya mengikuti mekanisme penganggaran dalam proses perbaikan sekolah. Jika tidak memungkinkan untuk dilaksanakan pada tahun 2024 karena keterbatasan anggaran dalam APBD Perubahan, kami akan mengupayakan pengajuan dana perbaikan pada tahun 2025.
“Beberapa kerusakan itu harus segera ditangani agar tidak menjadi kerusakan berat yang dapat mengancam keselamatan para siswa,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama mengatakan segera menindaklanjuti hasil peninjauan tersebut untuk melakukan perbaikan ketiga sekolah tersebut.
“Penanganan kerusakan sekolah dibagi menjadi tiga kategori yakni kerusakan berat ditangani melalui APBD, kerusakan sedang melalui APBD atau Dana Alokasi Khusus (DAK), dan kerusakan ringan melalui partisipasi dana komite atau dana BOS,” ucapnya.
Dia menyampaikan upaya perbaikan sekolah di Tabanan terus dilakukan secara bertahap. “Sejak sepuluh tahun lalu, Kabupaten Tabanan sudah menerima dana alokasi khusus untuk perbaikan TK negeri. Tahun depan, empat TK negeri sudah masuk daftar penganggaran untuk perbaikan,” ujarnya.
Darma Utama mengakui bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Saat ini, ada 56 sekolah dasar di Tabanan yang tergolong rusak berat dan sedang, dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Selemadeg Barat dan Pupuan. “Tentunya kondisi ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi kami di Pemerintah Daerah,” katanya.
Editor: Redaksi
Reporter: DPRD Tabanan
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan