Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Alasan Ukraina Invasi Balik Wilayah Rusia Kursk
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ukraina melancarkan invasi balik ke Rusia dengan menerobos dan menyerbu wilayah di perbatasan, Kursk, pada pekan lalu.
Serangan Ukraina membuat belasan orang tewas, puluhan permukiman hancur, dan bikin Presiden Rusia Vladimir Putin ketar-ketir. Dia bahkan mengancam akan melakukan serangan balik yang setimpal ke Ukraina.
Di tengah perang Rusia-Ukraina, apa alasan pasukan Ukraina menerobos wilayah Negeri Beruang Merah?
Salah satu pejabat Ukraina mengatakan operasi itu bertujuan untuk mengacaukan Rusia.
"Kami sedang dalam posisi menyerang. Tujuannya adalah untuk melemahkan posisi musuh, menimbulkan kerugian sebesar-besarnya, dan mengacaukan situasi di Rusia," kata pejabat itu, dikutip AFP, Minggu (11/8).
Dia lalu berujar, "Mereka [Rusia] tak mampu melindungi perbatasan sendiri."
Presiden Volodymyr Zelensky juga mengatakan serangan pasukan Ukraina menjadi semacam pengingat ke Rusia.
"Rusia membawa perang ke tanah kami dan seharusnya merasakan apa yang telah dilakukan," kata dia dikutip dari The Guardian.
Pejabat Ukraina banyak yang menilai manuver militer pekan lalu sebagai kemajuan signifikan dan keberhasilan. Namun, para pengamat punya pendapat berbeda.
Analis militer dari Ukraina Mykhaylo Zhykhov menyebut serangan Kyiv terencana sangat jelas. Rusia terpaksa kembali mengerahkan pasukan ke wilayah bagian timur.
Ukraina selama ini memiliki masalah terkait sumber daya manusia dibanding dengan Rusia. Pasukan Negeri Beruang Merah sementara itu terus bergerak ke timur, dekat Kota Pokrovsk.
"Jika Anda melihat laporan resmi, jumlah bom luncur Rusia yang dijatuhkan di wilayah Donetsk jauh lebih sedikit. Artinya, pesawat yang membawa mereka kini berada di tempat lain di Rusia," kata Zhykhov, dikutip BBC.
Serangan itu disebut-sebut untuk menarik pasukan Rusia ke wilayah lain bukan menginvasi negara pimpinan Putin.
Tak lama setelah serangan, Kementerian Pertahanan Rusia mengakui pasukan kembali dikerahkan ke arah Sudzha, kota di Kursk.
Mereka juga mengerahkan kendaraan lapis baja, tank, hingga pesawat tak berawak.
BBC menyebut respons Rusia menunjukkan mereka terkejut dengan apa yang terjadi baru-baru ini.
Sementara itu, Pakar Ukraina dan peneliti di King's College London Jade McGlynn mengatakan aksi pasukan Zelensky dari segi militer membingungkan.
"Tetapi sebagai strategi politik, strategi ini sangat berhasil," kata McGlynn.
"Strategi ini sekali lagi menunjukkan 'garis merah' Putin hanyalah kata-kata dan bahwa Rusia tidak sekuat yang dikatakan beberapa orang," dia melanjutkan analisisnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5993 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4675 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2654 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2315 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan