Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 8 September 2026
Anak Istri Kakanwil Dinas Keuangan Dipolisikan
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kepala Kantor Wilayah Dinas Keuangan Propinsi Bali P Saragih, dibikin malu istri dan anaknya. Mereka adalah Dokter Maria Ursula Olga (38) dan anaknya, Arief Crishtophel Saragih (20). Mereka dipolisikan I Ketut Nadra (60), Selasa (11/12) lalu, terkait penipuan dan penempatan keterangan palsu kedalam surat otentik.
Demikian disampaikan Jon Korassa SH selaku Kuasa Hukum I Ketut Nadra, kepada wartawan Kamis (13/12). Menurutnya, dua terlapor dilaporkan ke Direktorat reskrim Polda Bali berdasarkan Nopol STPL/446/XII/2007/DitReskrim Polda Bali tertanggal 11 Desember.
Inti laporan menerangkan, tanggal 8 Agustus 2007 sekitar pukul 17.00 Wita, bertempat di kediaman Kakanwil Dinas Keungan Propinsi Bali di Jalan Sugianyar 8 Denpasar, terjadi kesepakatan antara klien I Ketut Nadra dan terlapor Dokter Maria Ursula Olga, menyusul penawaran harga jual sebidang tanah kering seluas 7137 M2 sesuai SHM No 1772/ yang terletak di Desa Pecatu Kecamatan Kuta Selatan, sebesar Rp 2 milyar.
Setelah sepakat, Dokter Maria membayar uang DP sebesar Rp 600 juta ke klien Ketut Nadra. Kesepakatan itu terjalin 9 Agustus lalu, dimana pembayaran disaksikan langsung notaris I Dewa Komang Mahadewa SH berkantor di Jalan Raya Sempidi No 95 Badung. Terlapor berjanji akan membayar sisanya pada akhir September 2007. Herannya, sejauh lunasnya pembayaran uang DP sebesar Rp 600 juta, I Ketut Nadra tidak pernah menerimanya.
“Maklum saja, klien saya tidak bisa baca dan tulis. Dia diperdaya sejumlah makelar tanah. Bahkan klien saya dipaksa tanda tangan dengan cap jempol untuk menyepakati pembayaran DP lewat kwintasi,â€ungkap Jon.
Parahnya, tanya sepengetahuan klien I Ketut Nadra, tertanggal 23 Agustus terbit akta jual beli No 45/2007. Dalam akta jual beli disebutkan terlapor Dokter Maria dan Arief telah membayar lunas harga tanah seharga Rp 256.932.000. Padahal dua terlapor mengetahui persis harga jual tanah Rp 2 milyar dan baru membayar Rp 600 juta. .
Faktanya, di akta jual beli bukan lagi atas nama klien Ketut Nadra tetapi atas nama Dokter Maria dengan SHM No.1772.
“Klien kami tidak mendapatkan apa-apa, padahal dia pemilik sah dari tanah tersebut. Klien saya disuruh membuat cap jempol untuk mensahkan akta jual beli,â€ujar pengacara yang pernah mempra-peradilankan Kapoltabes Denpasar ini.
Klien Ketut Nadra berupaya mengajak berdamai dan meminta uang kembali. Namun dua terlapor selalu berjanji dan berjanji untuk mengembalikan uang.
Nyatanya, sampai sekarang, dua terlapor mengulur-ulur waktu sehingga klien Ketut Nadra melaporkannya ke Polda Bali.
“Semuanya janji tinggal janji. Kita berupaya menghubungi suami terlapor, Kakanwil Dinas Keuangan tapi pengakuannya selalu sibuk urus KTT di Nusa Dua. Padahal dia yang pegang peranan penting dalam kasus ini,†papar Jon. (che)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3215 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 716 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 663 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman