Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 8 September 2026
Sehari Tiga Rumah di Buleleng Terbakar, Rp135 Juta Melayang
BERITABALI.COM, BULELENG.
Tiga unit rumah di Kabupaten Buleleng terbakar dalam waktu berbeda pada Senin (7/9). Kebakaran terjadi di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, serta Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada.
Tidak ada korban jiwa dalam tiga peristiwa tersebut. Namun, total kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp135 juta. Sebagian besar kebakaran diduga dipicu kelalaian saat menyalakan atau menggunakan api.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, dikonfirmasi Selasa (8/9) mengatakan, kebakaran pertama terjadi di Desa Bengkel sekitar pukul 10.30 Wita. Kebakaran bermula ketika Jro Mangku Wayan Suparto (67) membakar sampah menggunakan tong berbahan drum sekitar pukul 10.00 Wita. Sekitar 30 menit kemudian, korban meninggalkan lokasi menuju rumah yang berjarak sekitar 10 meter.
Saat sedang beristirahat, korban diberitahu tetangganya bahwa api bekas pembakaran sampah telah merembet ke rumahnya.
“Diduga karena kelalaian korban saat membakar sampah. Saat itu kondisi angin kencang sehingga api bergeser ke bangunan di sebelahnya," ujar Iptu Yohana.
Api membakar bangunan semi permanen, gelebeg atau lumbung padi tempat menyimpan kayu bakar, lima unit sepeda, satu kursi roda dan dua ekor bebek. Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp15 juta.
Kebakaran kedua terjadi di Perumahan LC 8, Jalan Jalak Putih, Kelurahan Banyuasri, sekitar pukul 18.45 Wita. Kebakaran bermula saat pemilik rumah, I Nyoman Asta Sumadi (67), menyalakan kompor untuk memanaskan minyak goreng. Setelah kompor dinyalakan, korban pergi untuk sembahyang dan lupa mematikannya.
Saat kembali, Sumadi mendapati api sudah membesar dan membakar sejumlah barang di dapur. Warga kemudian membantu melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.
Akibat kejadian tersebut, satu set rak dinding/kitchen, lemari es, dispenser dan kompor gas mengalami kerusakan.
"Korban diperkirakan rugi sekitar Rp20 juta," terang Iptu Yohana.
Kebakaran ketiga terjadi di Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, sekitar pukul 21.30 Wita. Kebakaran menimpa dapur rumah milik Nyoman Subagia (50). Sebelumnya, korban memasak menggunakan kayu bakar sekitar pukul 19.30 Wita. Sekitar pukul 21.00 Wita, korban masuk kamar dan tidur.
Sekitar pukul 22.00 Wita, korban tersadar setelah sebagian plafon rumahnya jatuh. Korban kemudian bergegas keluar dan mendapati dapurnya sudah dilalap api. Api bahkan menjalar ke atap rumah yang berjarak sekitar 1,5 meter dari dapur.
Warga berupaya membantu memadamkan api menggunakan ember dan sumber air dari bak penyimpanan. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menjinakkan api. Petugas pemadam kebakaran baru tiba di lokasi sekitar pukul 23.15 Wita. Proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sempit.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 24.00 Wita. Bangunan dapur berukuran 5x7 meter beserta perabotannya ludes terbakar. Atap rumah berukuran 7x6 meter juga ikut terdampak, sementara barang-barang di dalam rumah berhasil diselamatkan.
Kerugian akibat kebakaran ketiga ditaksir mencapai Rp100 juta.
Rentetan kebakaran tersebut menjadi perhatian kepolisian. Iptu Yohana mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menyalakan api, baik untuk memasak maupun membakar sampah.
“Jangan meninggalkan sumber api dalam kondisi masih menyala. Termasuk saat membakar sampah, perlu memperhatikan kondisi angin dan lingkungan sekitar,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3216 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 716 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 663 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman