Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Baliho PDIP, Gerindra, dan Demokrat Dirusak
BERITABALI.COM, TABANAN.
Suhu politik di Kecamatan Pupuan memanas pasca hilangnya
sejumlah bendera beberapa parpol yakni PDIP, Gerindra, dan Demokrat. Tidak hanya bendera parpol, beberapa baliho caleg juga ikut dirusak di Kecamatan Pupuan.
Hilangnya 20 buah bendera PDI P yang terpasang di Desa Pajahan, Pupuan tanggal (31/12) lalu sudah dilaporkan ke Panwas Kecamatan Pupuan. Beberapa hari kemudian puluhan bendera Gerindra juga dilaporkan hilang.Tidak hanya bendera, sejumlah Baliho juga dirusak seperti Baliho caleg dari PDIP yakni I Putu Agus Ekananda yang dipasang di Pajahan dirusak, Kamis (1/1) lalu.
Baliho caleg Demokrat Dewa Ayu Tri Wahyuni yang terpasang diKebon Padangan dan milik I Gede Rimayasa di Pujungan juga mengalami hal serupa.Tidak ketinggalan Baliho Caleg PDP Sugiarta di Kebon Padangan, dilaporkan rusak.Banyaknya laporan perusakan baliho dan bendera dibenarkan oleh Panwas Kecamatan Pupuan Jero Putu Tesan, Minggu (4/1).
Pihaknya belum bisa memastikan siapa sebenarnya pelaku dari pengerusakan bendera dan baliho tersebut.Ketua KPUD Tabanan I Gede Budiatmika, mengatakan akan memanggil pimpinan parpol terkait panasnya suhu politik di Pupuan.
Di lain pihak beberapa warga setempat juga merasa was-was karena suasana di Pupuan kian panas. Banyaknya gerombolan orang berkumpul di malam hari juga membuat warga Pupuan khawatir."Belakangan ini kami was-was dengan situasi disini,"jelas salah satu warga Pupuan . (nod)
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3314 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan