Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
BBTF 2026 Catat Transaksi Rp6,9 Triliun, Koster Usul 2027 Jadi Bali Nusra Travel Fair
beritabali/ist/BBTF 2026 Catat Transaksi Rp6,9 Triliun, Koster Usul 2027 Jadi Bali Nusra Travel Fair.
BERITABALI.COM, BADUNG.
Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 mencatat nilai transaksi sebesar Rp6,9 triliun selama tiga hari penyelenggaraan pada 28-30 Mei 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Badung.
Capaian tersebut berada di bawah target transaksi Rp7,6 triliun dan mengalami penurunan sekitar 12 persen dibandingkan BBTF 2025 yang mencatat transaksi Rp7,84 triliun. Penurunan nilai transaksi itu diduga dipengaruhi berkurangnya jumlah partisipan tour operator dari sejumlah negara Eropa yang tidak dapat hadir akibat dampak konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Pada BBTF 2026 tercatat sebanyak 407 tour operator (buyer) dari 44 negara dan 286 eksibitor (seller) ambil bagian. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan BBTF 2025 yang diikuti 529 buyer dari 45 negara serta 499 seller lokal.
Meski nilai transaksi menurun, Ketua Panitia BBTF 2026, Putu Winastra, menegaskan keberhasilan ajang ini tidak hanya diukur dari nominal realisasi transaksi.
"Di tengah lanskap pariwisata global yang kompetitif, Bali tetap menjadi pintu gerbang utama ke Indonesia, sementara minat terhadap destinasi di luar Bali terus tumbuh," katanya saat konferensi pers penutupan BBTF 2026, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Winastra, BBTF 2026 menunjukkan tiga realitas penting, yakni kepercayaan industri global terhadap Bali dan Indonesia masih kuat, meningkatnya minat terhadap destinasi di luar Bali, serta perubahan perilaku pembeli yang kini lebih selektif dalam menentukan produk wisata.
Ia menjelaskan para buyer saat ini lebih memperhatikan kesiapan destinasi, profesionalisme pelaku industri, konsistensi pelayanan, hingga kejelasan posisi pasar suatu destinasi wisata.
"Masa depan pariwisata Bali bukan sekadar meningkatkan jumlah pengunjung, melainkan memperkuat penciptaan nilai, meningkatkan kualitas pengunjung, dan menjaga daya saing jangka panjang," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Winastra juga mengumumkan rencana pengembangan BBTF 2027 yang akan berlangsung pada 9 hingga 11 Juni 2027. Memasuki tahun ke-13 penyelenggaraan, event tersebut direncanakan berubah menjadi Bali and Nusra Travel Fair dengan melibatkan tiga provinsi, yakni Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ajang tahun depan akan mengangkat tema "Bali and Beyond: Regenerative Travel Elevated" yang menitikberatkan pada pengembangan pariwisata regeneratif.
"Tema ini merupakan evolusi alami dari diskusi kita tahun ini. Jika BBTF 2026 menyoroti gastronomi, budaya, dan warisan berkelanjutan, maka BBTF 2027 akan melangkah lebih jauh dengan fokus pada bagaimana pariwisata dapat mengkatalisasi ketahanan destinasi jangka panjang, kemakmuran masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ucapnya.
Konsep wisata regeneratif yang diusung tidak hanya berfokus pada pengurangan dampak negatif pariwisata, tetapi juga menciptakan dampak positif yang terukur bagi masyarakat lokal, pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, serta peningkatan peluang ekonomi yang inklusif.
Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, mengungkapkan meskipun jumlah wisatawan yang datang ke Bali mengalami penurunan sekitar 7 persen pada Mei 2026 akibat konflik di Timur Tengah, penerimaan daerah dari sektor pariwisata justru meningkat.
"Hingga 27 Mei 2025, PHR mencapai 2,89 triliun rupiah, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2,62 triliun rupiah," sebutnya.
Menurut Koster, data tersebut menunjukkan wisatawan yang berkurang umumnya merupakan wisatawan yang menginap di akomodasi tidak berizin. Sementara hotel-hotel berbintang dan akomodasi resmi tetap mencatat tingkat hunian yang tinggi dengan wisatawan berkualitas.
Pada akhir acara, Koster turut mengapresiasi penyelenggaraan BBTF 2026 yang berhasil menghadirkan 407 tour operator dari 44 negara serta 286 eksibitor.
"Ke depan, saya akan mendorong BBTF agar cakupannya lebih besar lagi. Saya mengusulkan agar tahun 2027 namanya dikaji menjadi Bali Nusa Travel Fair, agar kita bisa berkolaborasi merangkul NTB dan NTT juga," usulnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli