Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Beach Boys Minta Nama Mereka Direhabilitasi
Beritabali.com, Kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Film dokumenter gigolo Cowboys in Paradise berdampak pada aktivitas anak pantai di Kuta. Mereka merasa dampak film ini mengganggu aktivitas mereka dalam mencari nafkah di pantai. Anak pantai yang merasa dirugikan meminta nama baik mereka dipulihkan agar bisa bekerja kembali dengan normal.
Pasca merebaknya kontroversi film dokumenter gigolo Cowboys in Paradise, anak pantai Kuta atau beach boys mengaku aktivitas mereka terganggu. Pendapatan mereka sebagai penjual minuman atau instruktur selancar pun menurun.
Kini anak pantai yang biasa mangkal di sepanjang pantai Kuta minta nama baik mereka dipulihkan. Mereka menyangkal melakukan profesi sebagai gigolo atau pelacur pria, seperti digambarkan film Cowboys in Paradise yang disutradarai Amit Virani.
Anak-anak di pantai ini mendapat penghasilan antara Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu per harinya baik sebagai penjual minuman atau sebagai instruktur selancar. Dengan penghasilan sebesar itu, mereka sudah hidup lebih dari cukup dan tidak perlu bekerja sebagai gigolo di pantai, kata Agus, seorang koordinator anak pantai yang berasal dari Jember Jawa Timur.
Menurut Agus, jika saat berinteraksi dengan turis wanita terjadi hubungan yang lebih akrab atau intim, itu dianggap sebagai suatu hal yang alami dan wajar terjadi di pantai Kuta.
Tapi kita menolak itu dikaitkan dengan perkerjaan seorang gigolo. Tidak ada anak pantai yang secara khusus menawarkan jasa untuk ngeseks dengan turis, tegasnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6023 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4696 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2352 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan