Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Belasan Tahun Bantu ‘Ciptakan’ Cuaca Cerah
BERITABALI.COM, BULELENG.
Di tengah arus globalisasi yang pesat, masyarakat Bali masih setia memegang tradisi tradisonal. Salah satunya adalah menggunakan jasa ‘tukang terang’, saat pelaksanaan upacara adat. Salah satu ‘tukang terang’ yang menekuni profesi ini selama belasan tahun, adalah Jero Mangku Nyoman Dana.
Hari Minggu siang (24/2), ‘tukang terang’ atau pawang hujan Jero Mangku Nyoman Dana (60) tampak sibuk dengan ritualnya, di rumah keluarga Nyoman Suwita, di Desa Pucaksari Buleleng.
Jero Mangku Nyoman Dana dimintai bantuan untuk ‘nerang’ atau memohonkan cuaca cerah kepada Tuhan, karena di rumah keluarga Nyoman Suwita sedang berlangsung ritual Ngaben atau prosesi pembakaran jenazah.
Dalam melakukan ritualnya, Jero Mangku Nyoman menggunakan sarana sesajen pejaten dan dupa. Selain dibakar di dalam areal pura keluarga Nyoaman Suwita, beberapa batang dupa juga ditancapkan di sekitar halaman rumah. “Dalam melakukan ritual ini, saya memohon keselamatan untuk dunia, keselamatan yang punya hajatan, dan mohon agar anggota keluarga yang meninggal diterima disisiNya. Bagaimana hasil permohonan ‘nerang’ nanti, semua saya serahkan sepenuhnya kepada yang di Atas.
Saya hanya memohon saja,” kata Jero mangku. Entah karena kebetulan atau memang karena doanya, selama prosesi Ngaben hari ini, cuaca di Desa Pucaksari yang biasanya sering hujan dan berkabut, menjadi cerah. Anggota keluarga dapat melaksankan upacara tanpa diganggu cuaca buruk.
Jero Mangku Nyoman Dana mulai menekuni profesi sebagai ‘tukang terang’ sejak belasan tahun silam. Dalam menjalankan tugasnya, ia tidak pernah mematok harga. Semua diserahkan kepada keikhlasan yang meminta bantuan.
Selain diminta bantuan untuk ‘menjaga’ cuaca agar tetap cerah pada upacara agama, Jero Mangku juga sering dimintai tolong oleh para petani yang akan menjemur kopi hasil panen. “Saya hanya menjalankan kewajiban saja sebagai manusia. Sudah sepantasnya kita hidup saling tolong antar sesama,” kata Jero Mangku.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5986 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2651 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2309 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan