Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Benda Pusaka yang Dikembalikan Belanda akan Disimpan di Museum Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sejumlah benda bersejarah termasuk barang pusaka yang dikembalikan Belanda ke RI, akan disimpan di Museum Bali.
Hal ini diungkapkan Gubernur Bali I Wayan Koster di Kantor DPRD Bali, Rabu (12/7).
Dia tidak merinci berapa total pusaka yang akan masuk Museum Bali tersebut. Namun dia memastikan satu di antara pusaka yang akan dipulangkan adalah keris peninggalan Perang Puputan Klungkung yang diambil Belanda.
Baca juga:
472 Benda Bersejarah Indonesia akan Dikembalikan dari Belanda, Salah Satunya Keris dari Klungkung
Koster mengatakan penyimpanan di Museum Bali merujuk pada Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
"Dan banyak peninggalan kita yang ada di museum Belanda nanti kita tarik semuanya oleh repatriasi. Asalkan kita sudah punya kesiapan untuk pelihara," kata Koster.
"Kita kan punya museum dan itu sudah menjadi milik negara," ujarnya.
Seperti diketahui, ada 472 Koleksi benda bersejarah dikembalikan Pemerintah Belanda ke Pemerintah Indonesia di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda, pada Senin (10/7).
Keputusan ini dibuat oleh Sekretaris Negara untuk Kebudayaan dan Media Belanda Gunay Uslu atas rekomendasi Komite Penasihat Pengembalian Benda Budaya dari Konteks Kolonial yang dikepalai Lilian Goncalves-Ho Kang You.
"Atas permintaan Indonesia dan Sri Lanka, Belanda akan mengembalikan 472 objek budaya penting ke Indonesia dan enam ke Sri Lanka," bunyi pernyataan pemerintah Belanda yang diterima melalui Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, Kamis (6/7).
"Benda-benda itu dibawa secara tidak sah ke Belanda selama masa kolonial, diperoleh di bawah paksaan atau dengan penjarahan."
Penyerahan koleksi benda bersejarah ini diterima secara langsung oleh perwakilan Pemerintah Indonesia, yakni Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid.
"Indonesia, dalam hal ini Kemendikbudristek, akan melakukan konservasi dan pemanfaatan terbaik untuk benda-benda budaya ini," kata Hilmar Farid dalam keterangannya, Selasa (11/7). (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7481 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5622 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3524 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2382 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan