Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Berangkat Sebulan Lalu, Menolak Untuk Pulang
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kendati situasi politik di Mesir kian memanas dan mengarah kepada kerusuhan namun tidak semua warga Indoenesia di Negeri Piramid itu bersedia dipulangkan. Suci Ariani, adalah salah satu TKI Indonesia asal Jembrana menolak dipulangkan karena tempat kerjanya masih aman dan jauh dari pusat kerusuhan.
Suci Ariani termasuk TKI yang bernyali besar. Kendati keluarganya di Dusun Puseh, Tuwed, Melaya memintanya pulang karena keamanan di Mesir tidak terjamin namun Suci menolaknya. Keluarga Suci, yang baru sebulan bekerja di Mesir, hanya bisa pasrah.
“Sebelum dapat kontak via telepon, keluarga memang sempat gundah. Namun sekarang bisa sedikit tenang karena kemarin saya sudah bisa menghubungi anak saya. Dia bilang dalam keadaan sehat dan meminta agar keluarga tidak cemas karena katanya dia berada jauh dari lokasi kisruh,” kata orang tua Suci, Dewa Putu Wasa, Jumat (4/2).
Menurut Wasa, ketenangan dirinya dan keluarganya semakin bertambah ketika saat Suci berbicara di telepon nadanya tenang-tenang saja. Wasa juga mengatakan kalau anaknya itu tidak ada rencana pulang ke Indonesia karena merasa masih baik-baik saja. “Kami hanya bisa pasrah dan menyerahkan sepenuhnya kepada dia. Kami hanya bisa mendoakan agar dia selamat di sana,” tambahnya.
Hanya saja, Wasa tetap berharap agar anaknya pulang jika kondisi di Mesir semakin memburuk. “Saat ini, meski berulangkali saya berusaha menghubungi dia ternyata tidak ada jawaban. Kalau kondisinya memburuk, saya harapkan dia pulang saja dan berharap ada jaminan keamanan dan keselamatan bagi TKI dari pemerintah,” pintanya.
Dewa Putu Merta, adik tiri Suci Ariani, yang ikut menemani Wasa mengatakan keberangkatan kakaknya ke luar negeri untuk bekerja merupakan kedua kalinya. Pertama, kata Merta, kakaknya sempat bekerja di Saudi Arabia selala setahun. Kemudian sepulang dari Saudi Arabia, Suci kembali memilih terbang ke Mesir untuk bekerja sebagai spa therapist.
“Dia berangkat lewat agen TKI di Denpasar. Ketika diantar ke bandara Ngurah Rai, tumben dia menyerahkan selembar kertas dari Konsorsium Proteksi TKI. Mungkin untuk jaga-jaga atau hanya sekedar untuk mengetahui kalau dia berangkat ke luar negeri,” kata Merta.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6027 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4697 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2666 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2355 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2245 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan