Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
BKM Ada Sejak Jaman Suharto
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bantuan Khusus Mahasiswa atau BKM yang diluncurkan pemerintah pasca kenaikan harga BBM, sudah ada sejak jaman Presiden Suharto. Cuma waktu itu berbentuk beasiswa, dan bernama beasiswa Supersemar.
“Saya rasa bantuan mahasiswa itu wajar ya, itu sudah ada sejak jaman Pak Harto dan namanya (beasiswa) Supersemar. Banyak mahasiswa tak mampu sudah dibantu dan semua sudah jadi orang,” kata Ketua Umum Partai Karya Peduli Bangsa, R. Hartono, hari ini, di Denpasar Bali.
BKM, kata Hartono, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. “Saya rasa tidak ada hubungan dengan upaya meredakan demo mahasiswa. Kalau memang hak azasi manusia, ya silakan saja berdemo,”
Berbeda dengan mantan Gubernur DKI Sutiyoso yang mengkritik pemberian bantuan langsung tunai (BLT) dan bantuan khusus mahasiwa (BKM), Hartono menyatakan mendukung penuh kebijakan BLT maupun BKM.
“Semua kebijakan ini tentu sudah dipikirkan secara matang. Seorang presiden tentu tidak akan sembarangan dalam mengeluarkan suatu kebijakan yang menyangkut rakyat banyak,” kata Hartono.
Selain mendukung kebijakan BLT dan BKM, Hartono juga menentang aksi turun ke jalan untuk menolak kenaikan BBM.
“Aksi demo ini tidak tepat sasaran dan hanya membuat rakyat lain menderita karena aktivitasnya terganggu. Selain mengganggu aktivitas sebagian warga, demo ini juga tidak akan menghasilkan solusi baru karena harga bbm sudah terlanjur naik,” ujarnya. (bob)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan