Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
BMKG: Masyarakat Tak Perlu Khawatir dengan Equinox
Rabu, 15 Maret 2017,
13:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Marak beredar kabar bahwa Indonesia akan mengalami fenomena Equinox pada 21 Maret mendatang yang mengakibatkan suhu udara mencapai 40 derajat Celcius. Menanggapi hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat tidak perlu khawatir.
[pilihan-redaksi]
Dalam siaran persnya, Rabu (15/3/2017), Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG Hary Tirto Djatmiko menjelaskan bahwa Equinox adalah salah satu fenomena astronomis di mana Matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, dan untuk 2017 ini jatuh pada tanggal 21 Maret dan 23 September.
Saat fenomena ini berlangsung, kondisi cuaca dan iklim di luar bagian Bumi hampir relatif sama termasuk wilayah yang berada di subtropis bagian utara maupun selatan.
"Keberadaan fenomena tersebut tidak selalu mengakibatkan peningkatan temperatur udara secara drastis, di mana rata-rata suhu udara maksimal di wilayah Indonesia bisa mencapai 32-36 derajat Celcius," ujar Hary.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Equinox bukan merupakan fenomena seperti heat wave (gelombang panas) yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama.
Akan tetapi, secara umum kondisi cuaca di wilayah Indonesia cenderung masih lembab atau basah. Namun, beberapa wilayah Indonesia saat ini sedang memasuki masa periode transisi atau pancaroba.
[pilihan-redaksi2]
"Maka ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan," ucap Hary.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat agar tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari Equinox sebagaimana disebutkan dalam isu berkembang.
"Maka ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan," pungkas Hary. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6038 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2363 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026