Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Bukan Ukraina, Putin Bongkar Ancaman Utama Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa ancaman utama negara yang dipimpinnya itu adalah Amerika Serikat (AS). Hal ini diutarakannya saat parade Hari Angkatan Laut, Minggu.
Dalam momen itu, Putin menandatangani Doktrin Angkatan Laut terbaru setebal 55 halaman. Doktrin itu menjelaskan ambisi Moskow sebagai 'kekuatan maritim besar' yang meluas ke seluruh dunia.
"Ancaman utama bagi Rusia adalah kebijakan strategis AS untuk mendominasi lautan dunia dan gerakan aliansi militer NATO lebih dekat ke perbatasan Rusia," tulis salah satu doktrin yang ditandatangani Putin itu seperti diwartakan Channel News Asia dan Reuters.
"Rusia dapat menggunakan kekuatan militernya dengan tepat untuk situasi di lautan dunia jika kekuatan lunak lainnya, seperti alat diplomatik dan ekonomi, tak mampu digunakan lagi."
"Prioritas Rusia adalah mengembangkan kerja sama strategis dan angkatan laut dengan India serta kerja sama yang lebih luas dengan Iran, Irak, Arab Saudi, dan negara-negara lain di kawasan itu," menurut doktrin tersebut.
Di kesempatan yang sama, Putin juga berjanji untuk memberikan Angkatan Laut negara itu sebuah rudal jelajah hipersonik bernama Zirkon. Rudal itu dapat melaju dengan kecepatan sembilan kali kecepatan suara.
"Kuncinya di sini adalah kemampuan Angkatan Laut Rusia ... Ia mampu merespons dengan kecepatan kilat kepada semua orang yang memutuskan untuk melanggar kedaulatan dan kebebasan kami," ujarnya.
Baca juga:
Israel Minta PBB Bubarkan Panel Perang Gaza
Hubungan antara Rusia dan Barat telah mengalami ketegangan yang mendalam selama lima bulan konflik Ukraina. Barat yang dipimpin AS merasa bahwa langkah Rusia menyerang tetangganya itu merupakan hal yang ilegal.
Bahkan, Barat masih terus memberikan sokongan persenjataan bagi Ukraina. Pihak mereka juga menjatuhkan sanksi ekonomi dan finansial terhadap Moskow agar negara itu kehabisan dana untuk perang.
Di sisi lain, Putin beralasan diadakannya serangan militer ini untuk membebaskan masyarakat komunitas Rusia di negara itu dari persekusi yang dilakukan kelompok ultranasionalis bekingan Kyiv
Selain itu, Putin juga berpandangan bahwa niatan Ukraina untuk bergabung kepada aliansi pertahanan pimpinan AS, NATO, juga telah mengancam keamanan negara. Pasalnya, NATO juga merupakan rival dari Moskow dan Kyiv dapat menggunakan pasal 5 aliansi itu untuk menyerang beberapa wilayah yang telah dikuasai Rusia sejak 2014 lalu seperti Krimea.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4501 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2311 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1934 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1585 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun