Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Cegah Rabies, Karantina Perketat Pengawasan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Merebaknya wabah rabies di Badung membuat Karantina Pertanian Terpadu Wilayah Kerja (Wilker) Gilimanuk memperketat pengawasan terhadap hewan yang masuk maupun keluar Bali. Untuk melaksanakan hal tersebut, pihak karantina bekerja sama dengan pihak kepolisian, khususnya KP3 Gilimanuk berdasarkan MoU Kapolri dengan Depertemen yang membawahi Karantina.
Menurut Penanggung Jawab Karantina Pertaniaan Terpadu Wilker Gilimanuk I Putu Gede Widiarsa Putra, seizin kepala balai karantina pertanian terpadu Ngirah Rai, I Ketut Diarmita, Rabu (3/12) sebelum merebaknya wabah rabies tersebut pihaknya sejak lama telah melakukan melakukan pengawasan terhadap hewan-hewan baik yang masuk maupun keluar Bali.
"Namun terfokuskan untuk hewan-hewan yang dilarang diantarpulaukan dan hewan yang dilindungi undang-undang serta hewan yang tanpa dokumen sah,"ungkapnya. Menurut Widiarsa, dari pengawasan yang dilakukan selama Januari sampai November tahun ini, pihaknya berhasil mencegah masuknya 36 ekor anjing dan 2 ekor kucing persia tanpa dokumen. "Hewan-hewan tersebut kita kembalikan ke daerah asalnya," ujarnya.
Adanya kondisi luar biasa (KLB) rabies ini, lanjut Widiarsa, pihaknya memperketat pengawasan terhadap semua hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing dan kera. "Kalau dulu jika dilengkapi dengan izin atau dokumen dan dinyatakan bebas penyakit bebas keluar masuk Bali namun sekarang tidak bisa lagi,"tandasnya.
Untuk efektifnya pengawasan, kata Widiarsa, pihaknya memantapkan kerjasama dengan KP3 dan masyarakat yang selama ini sudah terjalin untuk melakukan pengawasan terpadu. "Jika ditemukan HPR, langsung kita tolak, kalau tanpa pemilik, hewan-hewan tersebut kita musnahkan,"ungkapnya. Widiarsa mengakui kalau banyaknya pelabuhan rakyat dan pantai yang bisa dijadikan pintu masuk HPR membuat pihaknya harus bekerja sekuat tenaga.
"Kita sudah sosialisasikan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan supaya HPR yang tidak jelas asal-usulnya dan tidak terpantau petugas, tidak sampai masuk. Kemungkinan HPR itu bisa lolos masih cukup besar karena pelabuhan rakyat atau pantai yang bisa dijadikan pintu masuk cukup banyak sehingga peran masyarakat sangat penting,"terangnya.
Kepala KP3 Gilimanuk AKP I Nyoman Suparta, seizin Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Suardana, membenarkan kalau pihaknya telah menjalin kerjasama dengan pihak karantina namun untuk menyikapi wabah rabies kerjasama tersebut semakin diintensifkan.
"Selain melakukan pengawasan terhadap orang, barang dan kendaraan, kami juga melakukan pengawasan terhadap hewan yang masuk atau keluar Bali bersama Karantina,"ujarnya. Lanjut Suparta, setiap anggotanya telah diinstruksikan untuk memperketat pemeriksaan terhadap setiap kendaraan baik pribadi, umum maupun barang yang keluar masuk Bali. "Jika ditemukan HPR, langsung kita serahkan ke Karantina untuk diproses selanjutnya,"pungkasnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5880 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2583 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2228 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan