Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Crush Syndrome Diduga Jadi Penyebab Paus Sperma Mati di Pantai Nusasari
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Ratusan warga terus berdatangan ke lokasi paus sperma yang terdampar di Pantai Nusasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, hingga Rabu sore (6/5/2026).
Warga ingin menyaksikan langsung proses penanganan mamalia laut raksasa tersebut sebelum dilakukan penguburan.
Paus sperma betina dewasa dengan panjang sekitar 17 meter itu menjadi perhatian masyarakat sejak pertama kali ditemukan di pesisir pantai sekitar pukul 14.20 WITA. Saat ditemukan, paus masih terlihat bergerak di tengah pantai sebelum akhirnya mati.
Sekitar pukul 16.00 WITA, tim gabungan mulai melakukan proses nekropsi atau pemeriksaan tubuh paus. Pemeriksaan dilakukan oleh tim dokter hewan dari Jaringan Satwa Indonesia (JSI) bersama sejumlah yayasan pemerhati satwa lainnya.
Salah satu dokter hewan, Abdullatif Muhammad mengatakan, dalam proses nekropsi tim mengambil sekitar 20 sampel organ untuk diuji di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti kematian paus tersebut.
“Masih menunggu hasil lab untuk memastikan penyebab kematiannya,” ujarnya usai proses nekropsi, Rabu (6/5/2026).
Meski belum ada hasil pasti, tim dokter menduga ada dua kemungkinan yang menyebabkan paus mati setelah terdampar di perairan dangkal. Dugaan pertama yakni paus mengalami crush syndrome, yaitu kondisi organ tubuh paus tertekan akibat gravitasi saat berada di perairan dangkal.
Selain itu, lubang sembur atau blow hole paus diduga kemasukan air saat tubuhnya terombang-ambing di pinggir pantai sehingga membuat paus kesulitan bernapas.
Baca juga:
Paus Tersangkut Karang di Perairan Gilimanuk
Setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan, bangkai paus rencananya langsung dikuburkan di sekitar lokasi pantai.
Kejadian paus sperma terdampar ini langsung menarik perhatian warga sekitar. Sejak sore, lokasi Pantai Nusasari dipadati masyarakat yang penasaran ingin melihat langsung mamalia laut berukuran besar tersebut.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli