Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Cuaca Buruk, Nelayan Pengambengan Sulit Dapat Lemuru
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Cuaca tak bersahabat kembali dirasakan para nelayan di pesisir Pengambengan, Kabupaten Jembrana. Selama beberapa hari terakhir, angin kencang yang bertiup di kawasan Selat Bali membuat aktivitas melaut menjadi terbatas dan berdampak langsung pada hasil tangkapan di daerah tersebut.
Gelombang tinggi yang muncul secara tiba-tiba membuat nelayan enggan memaksakan diri menuju laut lepas. Kebanyakan hanya berani beroperasi di sekitar pesisir untuk menghindari risiko kapal terombang-ambing di tengah laut.
Minimnya hasil tangkapan juga semakin terasa. Sejumlah nelayan mengungkapkan bahwa beberapa minggu terakhir mereka hanya membawa pulang ikan tongkol, sementara keberadaan ikan lemuru yang menjadi komoditas utama Pengambengan tidak terlihat dalam tiga bulan terakhir.
Muklis, salah seorang nelayan lokal, mengatakan kondisi ini jauh dari situasi normal.
“Belakangan ini anginnya cukup kuat, jadi kami tidak bisa cari ikan terlalu jauh. Yang didapat hanya tongkol, sedangkan lemuru belum muncul lama sekali,” ungkapnya, Jumat (22/05/2026).
Ia menjelaskan bahwa perbandingan jumlah tangkapan cukup mencolok. “Kalau cuacanya bagus, kapal bisa dapat sampai sepuluh ton. Sekarang dapat satu setengah ton pun sudah susah. Banyak teman-teman nelayan juga mengalami hal yang sama,” tutur Muklis.
Situasi ini turut berpengaruh pada aktivitas di TPI Pengambengan. Area pelelangan terlihat lebih sepi dari biasanya karena berkurangnya suplai ikan dari laut.
enunggu kondisi membaik, sebagian nelayan memilih memanfaatkan waktu dengan memperbaiki jukung, mengecek jaring, hingga merawat mesin kapal agar siap digunakan kembali saat cuaca kembali normal.
Para nelayan berharap angin dan ombak segera stabil sehingga mereka dapat kembali melaut dengan aman dan meningkatkan kembali hasil tangkapan yang menurun beberapa pekan terakhir.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5852 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2570 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2213 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan