Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Cuaca Buruk, Nelayan Pengambengan Sulit Dapat Lemuru
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Cuaca tak bersahabat kembali dirasakan para nelayan di pesisir Pengambengan, Kabupaten Jembrana. Selama beberapa hari terakhir, angin kencang yang bertiup di kawasan Selat Bali membuat aktivitas melaut menjadi terbatas dan berdampak langsung pada hasil tangkapan di daerah tersebut.
Gelombang tinggi yang muncul secara tiba-tiba membuat nelayan enggan memaksakan diri menuju laut lepas. Kebanyakan hanya berani beroperasi di sekitar pesisir untuk menghindari risiko kapal terombang-ambing di tengah laut.
Minimnya hasil tangkapan juga semakin terasa. Sejumlah nelayan mengungkapkan bahwa beberapa minggu terakhir mereka hanya membawa pulang ikan tongkol, sementara keberadaan ikan lemuru yang menjadi komoditas utama Pengambengan tidak terlihat dalam tiga bulan terakhir.
Muklis, salah seorang nelayan lokal, mengatakan kondisi ini jauh dari situasi normal.
“Belakangan ini anginnya cukup kuat, jadi kami tidak bisa cari ikan terlalu jauh. Yang didapat hanya tongkol, sedangkan lemuru belum muncul lama sekali,” ungkapnya, Jumat (22/05/2026).
Ia menjelaskan bahwa perbandingan jumlah tangkapan cukup mencolok. “Kalau cuacanya bagus, kapal bisa dapat sampai sepuluh ton. Sekarang dapat satu setengah ton pun sudah susah. Banyak teman-teman nelayan juga mengalami hal yang sama,” tutur Muklis.
Situasi ini turut berpengaruh pada aktivitas di TPI Pengambengan. Area pelelangan terlihat lebih sepi dari biasanya karena berkurangnya suplai ikan dari laut.
enunggu kondisi membaik, sebagian nelayan memilih memanfaatkan waktu dengan memperbaiki jukung, mengecek jaring, hingga merawat mesin kapal agar siap digunakan kembali saat cuaca kembali normal.
Para nelayan berharap angin dan ombak segera stabil sehingga mereka dapat kembali melaut dengan aman dan meningkatkan kembali hasil tangkapan yang menurun beberapa pekan terakhir.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli