Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 5 November 2026
Cuaca dan Medan Disebut Jadi Kendala Pencarian Pilot Susi Air di Papua
beritabali.com/cnnindonesia.com/Cuaca dan Medan Disebut Jadi Kendala Pencarian Pilot Susi Air di Papua
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2023 Kombes Faizal Ramdhani mengatakan cuaca dan medan menjadi kendala bagi aparat dalam pencarian pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens, yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Ia disandera sejak awal Februari 2023.
"Kita cari terus. Terkait medan, pergeseran pasukan, cuaca, itu yang menyulitkan," kata Faizal saat dihubungi, Rabu (26/7).
Ia mengatakan awalnya pencarian dilakukan di tiga wilayah, yakni Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Lanny Jaya, dan Kabupaten Nduga. Kini pencarian tersebar di Kabupaten Nduga.
Faizal mengatakan Nduga memiliki topografi bukit dengan ketinggian 3.000 meter. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi pilot masih hidup.
"Dengan medan yang sangat sulit. Di sana itu ketinggian 3.000 rata-rata," katanya.
Philip disandera KKB pimpinan Egianus Kogoya sejak 7 Februari sesaat setelah mendaratkan pesawat di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Pada 26 Mei atau dua bulan lalu, KKB merilis video yang menunjukkan kondisi Philip. Pilot berkebangsaan Selandia Baru itu menyebut KKB akan menembaknya jika tidak ada negosiasi dalam dua bulan.
CNNIndonesia.com telah menghubungi Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom untuk bertanya lebih lanjut soal kondisi pilot, tetapi ia belum merespons hingga berita ini ditulis.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 596 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 472 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan