Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 30 Agustus 2026
Damkar Bantu Lepaskan Kaki Balita Tersangkut di Saluran Air
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Petugas pemadam kebakaran memang sering menjadi pahlawan disaat ada masyarakat yang mengalami kesulitan berupa hal-hal nyeleneh, seperti cincin yang sulit dilepas, bahkan saat kondisi bahaya seperti terjebak di kebakaran dan lainnya. Kali ini, petugas damkar di Sintang melepaskan kaki seorang balita berusia 1,3 tahun yang terjebak di saluran air.
Dari video yang diunggah lama instagram damkar sintang, tampak petugas bahkan sampai membongkar saluran air tersebut demi melepaskan kaki balita tersebut.
"Pada 10 Maret 2022, petugas pemadam kebakaran melakukan evakuasi kaki anak yang terperosok dalam saluran pembuangan air di dalam kamar mandi," terang akun tersebut.
Diketahui, petugas pemadam kebakaran mendapatkan laporan dari seseorang berinisial A, di Jalan dr.Wahidin Sudiro Husodo, kota Sintang.
"Tidak butuh waktu lama, petugas ke lokasi untuk mengeluarkan kaki anak yang tersangkut dengan membongkar saluran air terlebih dahulu," terangnya.
Dibutuhkan waktu sekitar satu jam bagi anggota untuk membongkar lubang saluran demi membuat celah agar bisa melepaskan kaki yang tersangkut di saluran air.
"Akhirnya, kaki anak berhasil di lepas," terang akun tersebut.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4749 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2550 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2191 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1809 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1234 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun