Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Dapur Warga Rendang Karangasem Terbakar, Diduga Korsleting Listrik
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Bangunan dapur milik Ni Wayan Bagiani (40) di Banjar Dinas Bangbang, Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Karangasem hangus terbakar pada Rabu (9/4/2025).
Informasi diperoleh, luas bangunan dapur yang terbakar sekitar 6x5 meter. Sumber api diduga berasal dari korsleting listrik. Api dengan cepat membesar hingga menghanguskan isi dapur.
Baca juga:
Rumah Warga Sumberklampok Ludes Terbakar
Proses pemadaman sendiri dilakukan oleh pemilik rumah dibantu oleh warga sekitar. Akibat kejadian tersebut, pemilik dapur mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Karangasem, I Made Agus Budiyasa membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi.
"Ya benar, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Sementara, untuk kerugian materiil yang dialami oleh pemilik rumah kurang lebih sekitar Rp60 juta," kata Budiyasa.
Damkar Karangasem menerima laporan kebakaran tersebut sekitar pukul 13.46 WITA. Personel berikut armada damkar langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman. Namun sesampainya di lokasi, api sudah berhasil dipadamkan oleh pemilik rumah dibantu warga sekitar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2315 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1949 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun