Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Delapan Curik Bali Dilepasliarkan di Pejeng

Sabtu, 23 Mei 2026, 13:19 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Delapan Curik Bali Dilepasliarkan di Pejeng.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Upaya pelestarian burung Curik Bali kembali dilakukan di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Jumat (22/5/2026).

Sebanyak delapan ekor atau empat pasangan Curik Bali dilepasliarkan ke habitat alaminya melalui kerja sama Komunitas Pelestari Curik Bali Pejeng dengan Friends of Nature, People and Forest.

Kegiatan konservasi tersebut melibatkan ratusan warga serta berbagai unsur masyarakat sebagai bagian dari upaya pelestarian satwa endemik Bali yang kini berstatus langka.

Project Manager Friends of Nature, People and Forest, I Made Sugiarta mengatakan, burung curik Bali ditempatkan di empat lokasi berbeda yakni kawasan Pura Dalem Tengaling, Puri Agung Somanegara Pejeng, Pura Pusering Jagat, dan Kebun Mai Organic.

“Awalnya kami menyiapkan lima pasangan, namun satu pasangan belum memenuhi syarat setelah evaluasi akhir,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pelepasliaran Curik Bali dilakukan melalui tahapan ketat mulai dari survei lokasi, karantina, pemeriksaan kesehatan, rehabilitasi hingga adaptasi sebelum dinyatakan layak dilepas ke alam bebas. Seluruh rangkaian konservasi di Desa Pejeng disebut telah dimulai sejak akhir tahun 2025.

Menurut Sugiarta, Desa Pejeng dipilih karena masyarakat adat setempat dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap perlindungan satwa langka. Selain itu, program ini diharapkan membuktikan bahwa Curik Bali dapat hidup dan berkembang di lingkungan padat penduduk selama mendapat perlindungan melalui aturan adat atau awig-awig masyarakat.

Meski optimistis, pihak penyelenggara menilai dukungan berbagai pihak tetap diperlukan. Keterlibatan pemerintah daerah, BKSDA Bali, lembaga pendidikan, komunitas adat hingga masyarakat disebut menjadi faktor penting agar program konservasi berjalan berkelanjutan.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II BKSDA Bali, Raden Danang Wijayanto mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Kami berharap populasi curik Bali di Pejeng terus bertambah dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk membuka peluang ekonomi melalui sektor lingkungan dan pariwisata,” tutup dia.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami