Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Depresi, Nelayan Gantung Diri
Pengambengan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Deretan korban gantung diri di Jembrana kian panjang. Kali ini aksi bunuh diri dengan menjerat leher dilakukan Faturahman (30), nelayan warga Dusun Ketapang Muara, Pengambengan, Negara yang ditemukan tewas tergantung dengan seutas tali plastik di lambang rumahnya, Selasa (26/5).
Dari informasi yang dikumpulkan, aksi nekad Faturahman menghabisi nyawanya dengan gantung diri diduga dilatarbelakangi karena depresi setelah keadaan ekonominya morat marit sejak dia tidak bisa melaut karena kondisinya yang
sakit-sakitan.
Lantaran kondisi ekonominya yang morat-marit, ayah dua anak ini ditinggal pergi oleh istrinya dan anak keduanya ke Medewi, Pekutatan sejak 2 bulan yang lalu. Kejadian yang beruntun itu membuat Faturahman yang sehari-harinya hidup dengan anak pertamanya menderita depresi berat bahkan sudah mengarah kepada gangguan jiwa.
Sebelum ditemukan tewas tergantung, kemarin Senin (25/5), Faturahman membakar kasur dan gedeg penutup jendela rumahnya yang belum jadi. Setelah terbakar, Faturahman malah bertepuk tangan disertai dengan sorakan gembira.
Tewasnya Faturahman karena tergantung ini diketahui pertama kalinya oleh adiknya, Sri Wahyuni yang diawali dari kecurigaan
lantaran hingga pukul 08.00, kakaknya belum juga keluar dari rumahnya.
Ketika Sri Wahyuni masuk ke rumah kakaknya, dia menemukan Faturahman sudah menjadi mayat, tergantung dengan leher tejrerat tali plastik yang diikatkan di tengah-tengah kayu lambang rumahnya.
Kapolsek Kota Negara, AKP Putu Ngurah Riasa seizin Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Suardana ketika dikonfirmasi, Selasa (26/5) mengatakan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban sehingga disimpulkan kalau korban meninggal karena murni bunuh diri.
“Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, diduga motif nekad Faturahman mengakhiri hidupnya dengan gantung diri karena putus asa akibat terbelit masalah ekonomi,”pungkas Riasa. (dey)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5946 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2633 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan