Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Derry Sulaeman, Ingatkan Koruptor dan Teroris Lewat Lagu
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penyanyi, musisi, yang juga pendakwah, Derry Sulaiman, Selasa malam (06/11/2012), memperkenalkan single lagunya yang berjudul 'Dunia Sementara Akherat Selamanya' atau DSAS, di Denpasar Bali. Lewat lagu bernuansa religi ini, Derry ingin mengingatkan umat manusia agar berhenti berbuat kejahatan dan mulai menabung kebajikan untuk persiapan ke dunia akherat.
Singel lagu DSAS ini diperkenalan Derry Sulaimen di sebuah rumah makan di Jalan Mahendradatta Denpasar. "Lagu ini saya ciptakan di India, di dalam kereta api saat saya dan teman saya pak Zaenal sedang mengadakan perjalanan ke sana beberapa waktu lalu. Inspirasinya, siapapun kita, apapun jabatan kita dan latar belakang kita, kaya atau miskin, pada akhirnya semua akan mati, itu sudah pasti dan harus disadari," ujarnya.
Singel lagu DSAS ini kemudian digarap secara profesional di Bandung bersama beberapa musisi ternama seperti Ray Nineball, Sunu Matta Band, Wok Matta band, Rezza Noah band, Dannar Cassanova, dan Indra Q. "Singel lagu ini dalam penggarapannya didukung oleh para musisi yang sudah punya nama di kancah musik nasional. Mereka semua mendukung dan membantu saya saat rekaman lagu ini," ujarnya.
Selain singel lagu DSAS, Saat ini Derry juga sudah menyiapkan 10 buah lagu untuk albumnya. Album religi ini rencananya akan diluncurkan satu atau dua bulan menjelang bulan Ramadhan mendatang. "Saya mau orang yang mendengar lagu ini menjadi cerdas, dan makin mengerti tentang tujuan hidup ini. Orang cerdas itu pasti ingat akan kematian. Karena ingat suatu saat akan mati, maka dia akan selalu takut untuk berbuat kejahatan, seperti korupsi, narkoba, teroris, dan lain sebagainya," ujarnya.
Meski lagu rohani DSAS ini bernuansa Islami dan dinyanyikan oleh seorang Muslim, namun Derry menyatakan lagu ini bersifar universal, bisa dinikmati oleh pecinta musik dari agama apapun. "Pesan yang disampaikan dalam lirik lagu ini saya rasa ada di semua keyakinan, bahwa kita semua akan mati. Oleh karena itu lagu ini bisa didengarkan oleh siapa saja, universal. Kebetulan saja lagu ini dinyanyikan oleh seorang muslim," ujarnya.
Lagu rohani DSAS ini, kata Derry, sudah diunggah ke situs video youtube.com satu bulan lalu. Dan semenjak diunggah ke youtube, lagu DSAS ini sudah dilihat lebih dari 10 ribu orang di seluruh dunia. Derry Sulaiman lahir di Solok, Padang Sumatera Barat.
Sebelum aktif menjadi pendakwah agama seperti saat ini, Derry sebelumnya merupakan seorang pemusik aliran metal underground. Ia pernah bermain sebagai gitaris di kelompok musik Betrayer, Gibraltar, dan Born By Mistake. "Tahun 1999 hingga 2004 saya main musik di Legian Kuta. Sebelumnya saya juga main musik di Jakarta. Saya hijrah ke Bali dengan tujuan untuk menjadi musisi underground metal yang profesional, bisa main hingga ke luar negeri. Tapi di Legian Kuta juga saya akhirnya tobat dan mulai tekun belajar agama," ujarnya. Selain sibuk sebagai pendakwah agama Islam, Derry juga sibuk dengan kegiatan melukis kaligrafi. Kini Derry lebih dikenal sebagai pendakwah agama Islam dan seniman kaligrafi, dibanding musisi underground.
"Tapi saya akhirnya kembali bersinggungan dengan dunia seni musik, lewat musik religi. Memang jalannya di sini, namun kini tidak di jalur musik underground lagi seperti dulu," ujarnya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8010 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5650 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2391 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan