Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Desa Tegal Badeng Siaga Satu
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah Desa Dangin Tukad Daya terjangkit flu burung, kini muncul titik wabah baru di Desa Tegal Badeng Kecamatan Negara Jembrana.
Hasil rapid test yang dilakukan terhadap unggas yang mati mendadak di sana positip mengidap virus flu burung.
Informasi munculnya titik wabah baru ini disampaikan saat Bupati Jembrana memimpin rapat koordinasi dengan Departemen Kesehatan dan Komnas Flu Burung. "Saya baru dapat informasi kalau ada titik wabah baru, yaitu di Desa Tegal Badeng" ujar Winasa.
Winasa menegaskan agar dilakukan tindakan yang sama seperti yang dilakukan di Desa Dangin Tukad Daya, yaitu mengisolasi wilayah radius 1 km, melakukan vaksinasi di daerah sekitar dan deteksi dini bagi masyarakat yang mengalami panas dan sesak.
Kabid Peternakan Dinas Perikanan Kehutanan dan Kelautan (Perkutut) Pemkab Jembrana, Drh. I Nyoman Suastika menyampaikan bahwa memang benar ditemukan unggas mati mendadak di Desa Tegal Badeng, dan setelah dilakukan Rapid Test positip mengindap virus flu burung.
Setelah diketahui positif flu burung, Dinas Perkutut langsung melakukan pemusnahan di radius sejauh mana unggas tersebut dapat berjalan. Hingga berita ini dionlinekan petugas masih melakukan pemusnahan. (gus)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2237 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2010 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1926 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1785 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun