Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
Dirikan Perusahaan Fiktif, WNA Asal Kanada Dideportasi Imigrasi Bali
beritabali.com/cnnindonesia.com/Dirikan Perusahaan Fiktif, WNA Asal Kanada Dideportasi Imigrasi Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Seorang warga negara asing (WNA) asal Kanada dideportasi oleh Kantor Imigrasi melalui Rumah Detensi Imigrasi Rudenim Denpasar. WNA berinisial JGC itu diusir karena mendirikan perusahaan fiktif di Bali.
"Kami harus menegakkan hukum keimigrasian," kata Kepala Rudenim Denpasar Gede Dudy Duwita, diberitakan Antara pada Sabtu (7/9).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, JGC pertama kali tiba di Indonesia pada Oktober 2020 menggunakan visa wisata. Kemudian, dari penjelasan Gede Dudy Duwita, JGC mendirikan perusahaan PT BKG bersama lima rekannya pada Februari 2021.
Selain mereka, terdapat seorang investor yang terlibat dalam perusahaan tersebut. Identitas investor diketahui seorang pria berusia 53 tahun.
JGC kemudian mengubah status izin tinggalnya menjadi izin tinggal terbatas (itas) investor yang telah diperpanjang sebanyak dua kali.
Perusahaan itu diketahui bergerak di berbagai macam sektor. Beberapa di antaranya, di bidang konsultasi, desain grafis, retail, dan fotografi. Dalam perusahaannya, JGC berperan di bidang konsultasi.
Imigrasi Ngurah Rai kemudian melakukan pengawasan terhadap PT BKG. Namun, berdasarkan hasil pengawasan, perusahaan itu tidak ditemukan di alamat yang terdaftar.
JGC pun mengatakan alamat perusahaannya legan dan telah terdaftar di dokumen perusahaan.
Selain itu, JGC disebut pindah ke alamat baru tanpa membuat laporan perubahan alamat kepada pihak imigrasi atau pihak berwenang lainnya.
Awalnya JGC tinggal di sebuah vila sewaan di Jalan Mertanadi bersama pacarnya yang berinisial IA. Kemudian, pada Maret 2024, ia pindah tempat tinggal.
Alasan JGC tidak melaporkan perubahan alamat itu karena beralasan hanya bersifat sementara.
Saat diawasi oleh pihak imigrasi pun JGC tidak kooperatif. Ia melakukan ancaman, perlawanan, dan menghalangi tindakan penahanan dokumen perjalanan. Selain itu, JGC juga menolak menandatangani BAP dari pada 31 Juli lalu.
Pihak imigrasi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap penjamin JGC yang berinisial FADA. Hasil pemeriksaan itu menyatakan perusahaan JGC tidak memenuhi kewajiban pajak.
Pacar JGC yang berinisial IA juga memberatkan tuduhan terhadap JGC setelah diperiksa petugas imigrasi. Sang kekasih mengatakan JGC juga memasarkan vila di Bali.
Setelah melakukan rangkaian pemeriksaan, Gede Dudy Duwita menyatakan PT BKG dianggap sebagai perusahaan fiktif, dan JGC memberikan keterangan palsu terkait izin tinggalnya.
"JGC juga tidak menghormati peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan tidak kooperatif terhadap proses pengawasan dan pemeriksaan keimigrasian," jelas Dudy.
Hal tersebut membuat pihak imigrasi melakukan tindakan administratif keimigrasian terhadap JGC. WNA asal Kanada itu dicabut izin tinggal terbatasnya dan dideportasi balik ke Toronto. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5072 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3425 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2168 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 879 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan