Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Diserang Hama, Predikat Lumbung Beras Terancam
Beritabali.com, Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Kabupaten Tabanan selama ini dikenal dengan julukan daerah lumbung berasnya Bali. Julukan tersebut kini terancam akibat produksi beras Tabanan menurun 5 persen akibat serangan hama.
Dalam tiga tahun terakhir, produksi beras di Tabanan rata-rata mencapai 103. 752 ton per tahun, angka tersebut menurun 5% dari tahun-tahun sebelumnya.
Meski anjlok sampai 5% namun Pemkab mengakau wajar dan mengklain masih mengalami surplus alias melebihi jumlah pangan yang dibutuhkan.
Hal itu tidak lepas dari maraknya serangan hama tikus dan tungro yang menyerang tanaman petani secara sporadis.
"Penurunan produksi ini wajar, kita masih bersyukur bisa surplus beras meski banyak serangan hama," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tabanan, Gede Made Sukawijaya.
Guna mengantisipasi penurunan produksi pangan, Dinas Pertanian gencar membuat program baru salah satunya program teknologi terpadu.
program ini berupa pemberian bantuan bibit unggul kepada petani, bantuan langsung pupuk dan subsidi pupuk ganda, ucapnya.
Sementara untuk mengantisipasi serangan tikus, petani dihimbau merubah pola tanam dan melakukan gropoyokan sebelum musim tanam sehingga diharapkan dapat menekan perkembangan hama.
penurunan hasil panen disamping serangan hama, jug dipicu iklim yang tidak menentu, yang membuat lahan padi banyak yang rusak dan hasil panen merosot, jelasnya.
.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3343 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 821 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan