Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
DPRD: Winasa Belum Termasuk Tokoh Besar
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Rupanya anggota DPRD Jembrana baru ‘ngeh’ dengan penggantian nama paviliun di RSUD Negara dari Puri Rahayu menjadi Prof. Winasa, padahal penggantian tersebut telah dilakukan pada 10 Maret lalu. Dewan menilai hal tersebut terlalu mengada-ada lantaran Winasa belum termasuk kategori tokoh besar dibidang kesehatan dan Winasa juga masih hidup.
“Pengantian nama paviliun itu dilakukan sepihak karena tanpa ada pemberitahuan ke DPRD. Kenapa sih orangnya masih hidup namanya sudah dipakai untuk paviliun itu,” ujar IB Arnawa salah satu anggota DPRD Jembrana, Selasa (9/6). Arnawa menilai hal tersebut terlalu berlebihan lantaran Winasa belum termasuk tokoh besar seperti tokoh lainya yang sudah meninggal sehingga untuk mengenang jasa-jasanya, nama tokoh tersebut diabadikan untuk nama jalan, stadion atau fasilitas umum lainya.
“Contohnya nama mantan Gubernur Bali, almarhum Prof IB Mantra yang sangat berjasa bagi pembangunan dan kebudayaan Bali, namanya dijadikan nama jalan by pass Sanur tembus ke Klungkung,” terangnya. Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi A DPRD Jembrana, I Putu Dwita. Dia menilai pemberian nama untuk aset daerah, utamanya fasilitas umum milik pemerintah belum jelas prosedurnya.
Direktur RSUD Negara, dr. I Gede Wiadnyana ketika dikonfirmasi terpisah mengatakan melekatkan nama Prof. Winasa pada paviliun milik RSUD Negara tersebut semata-mata sebagai sebuah strategi pemasaran mengingat paviliun tersebut merupakan unit profit milik RSUD Negara. “Karena unit profit tentu diperlukan strategi pemasaran yang tepat termasuk penamaannya,” ujar Wiadnyana.
Terkait dengan pemilihan nama Prof. Winasa, imbuh Wiadnyana, lantaran pihaknya menilai nama tersebut sudah sangat dikenal oleh seluruh masyarakat Jembrana sehingga diharapkan masyarakat dapat menjadikan paviliun tersebut sebagai salah satu alternatif pilihan apabila ada masyarakat yang membutuhkan rawat inap di RSUD Negara.
“Saya kira masyarakat Jembrana tidak ada yang tidak mengenal sosok Prof. Winasa atau malah ada yang menjadi fans beratnya Prof. Winasa. Sehingga ketika dia membutuhkan rawat inap, dia memilih dirawat di paviliun tersebut agar merasakan aura Prof. Winasa,” tambahnya. Sejatinya, kata Wiadnyana, penamaan Prof. Winasa pada paviliun tersebut sama saja dengan pemilihan nama-nama untuk di ruangan lainnya, misalnya ada ruang anggrek, bakung atau yang lainnya.
“Pemilihan nama Prof. Winasa itu tidak ada bedanya ketika memilih nama untuk ruangan yang lainnya. Itupun kan hanya untuk ruangan saja, bukan sebagai nama rumah sakit,” terangnya. Dari sisi legalitas, kata Wiadnyana, penamaan paviliun RSUD Negara dengan Prof. Winasa tersebut sudah dilengkapi dengan SK (Surat Keputusan) Direktur RSUD Negara karena sifatnya intern saja.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2287 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan