Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Dua Bule Belanda Masuk Hindu
Selemadeg
BERITABALI.COM, TABANAN.
Dua Bule Belanda yakni Hendrikus Johanes Deijkers (67) dan Christianus A.Huijbrets (67) yang sebelumnya memeluk agama Katolik setelah mengikuti serangkaian upacara manusia yadnya dan mengikuti prosesi Suddhi Wadani (sebagai tanda telah memeluk agama Hindu) di rumah Ni Wayan Suwarni, Banjar Pupuan Sawah, Desa Pupuan Sawah, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, (15/10)) keduanya dinyatakan secara resmi memeluk agama Hindu.
Hal itu ditegaskan oleh ketua PHDI Kecamtan Selemadeg Dewa Putu Sukadana, Kamis (16/10) di rumah Ni Wayan Suwarni, Banjar Pupuan Sawah, Desa Pupuan Sawah, Selemadeg.
Sudana yang didampingi Hendrikus Johanes Deijkers ( 67) dan Christianus A.Huijbrets (67), Ni Wayan Suwarni (35), secara tegas membantah pemberitaan yang dimuat salah satu media di Bali yang menyebutkan kalau kedua warga Belanda itu merupakan pasangan sesama jenis yang menikah secara Hindu.
"Saya tegaskan tidak ada upacara pernikahan, bantennya pun tidak ada banten pewiwahaan, kok bisa disebut menikah secara Hindu," jelasnya. Dia juga menyayangkan berita tersebut karena telah mecoreng institusinya,"kalau upacara pernikahan saya pun tidak mau menyaksikannya," jelas Sukadana.
Masih menurutnya, upacara yang digelar Rabu (15/10) lalu itu dimulai dari upacara pemerasan, tiga bulanan, pecolongan, suddhi wadani dan potong gigi. (nod)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3312 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan