Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Dua Rumah Diterjang Angin Puting Beliung
Beritabali.com, Tabanan
Rabu, 15 Desember 2010,
17:44 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Dua rumah semi permanen di Banjar Angsri, Desa Angsri, Kecamatan Baturiti roboh diterjang angin putting beliung, Rabu dini hari (15/12).
Beruntung perisitiwa yang terjadi saat seluruh penghuni rumah Made Buda Astawa (40) dan Wayan Samiada (39) tertidur pulas tidak mengakibatkan korban jiwa. Meski demikian akibat peristiwa itu kedua korban kehilangan tempat tinggal dan mengalami kerugian material masing-masing Rp 20 Juta.
Menurut penuturan Made Buda Astawa yang ditemui disela-sela membersihkan puing-puing reruntuhan rumahnya mengatakan, sebelum angin kencang menerjang rumahnya ia beserta lima keluarganya seperti biasa tidur malam harinya.
Tanpa disadarinya saat terjaga ia bersama istri, kedua anaknya dan ibunya sudah dalam kondisi tertimpa reruntuhan bangunan. "Saat itu sekitar pukul dua dini hari,"jelasnya. Ia kemudian berusaha berteriak dan minta tolong. Begitu juga dengan istri, kedua anak dan ibunya dalam keadaan sadar saat itu berusaha keluar dari reruntuhan puing-puing bangunan rumahnya yang rata dengan tanah.
Warga yang mendengar teriakan Astawa kemudian memberikan pertolongan dan berusaha membantu mengeluarkan keluarga Astawa dari reruntuhan bangunan rumahnya.
"Saya bersyukur seluruh keluarga saya selamat, meskipun ada yang mengalami lecet dibagian punggung seperti yang dialami istri dan ibu saya," jelas Astawa.
Ia yang mengandalkan hidup dari buruh bangunan ini berharap kepada pemerintah agar dapat membantu meringankan beban keluarganya. Karena ia kini tidak memiliki rumah sedangkan rumah semi permanen ukuran 7 meter X 5 meter telah rata dengan tanah. Dikatakanya, akibat peristiwa itu ia mengalami
kerugian sekitar Rp 20 juta.
Nasib serupa dialami oleh Wayan Samiada (39). Ia yang rumahnya berjarak sekitar 500 meter dari rumah Astawa juga rata dengan tanah.
"Kejadianya sekitar pukul 02.00 dini hari," jelas Samiada. Meski rumahnya rata ia masih bisa bersyukur karena seluruh keluarganya selamat termasuk akan bungsunya yang masih balita yakni Ni Komang Tri Astuti Dewi umur 2 tahun.
Dikatakanya, malam itu ia bersama istrinya Wayan Mustini (32), dan ketiga anaknya yakni Gede Astawa (13), Kadek Astadewi (11) dan Ni Komang Tri Astuti Dewi, sedang tertidur pulas.
Namun sekitar pukul 02.00 dini hari tadi, saat ia terjaga rumahnya sudah ambruk dan menimpanya berikut istri dan ketiga anaknya. Dari dalam runtuhan bangunan ia kemudian berteriak meminta tolong.
Warga yang mengetahui rumah Samiada roboh kemudian berusaha memberikan pertolongan. "Beruntung semuanya selamat. Hanya luka lecet yang dialami istri dan luka goresan di bagian kepala anak saya yang paling kecil," jelasnya.
Akibat kejadian itu, ia yang mengandalkan hidup sebagai petani sangat membutuhkan uluran bantuan dari pemerintah. "Tadi sudah ada aparat desa dan kecamatan yang datang dan mendata. Kata mereka akan diusulkan ke Kabupaten agar mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tabanan," jelasnya penuh harap. (nod)
Beruntung perisitiwa yang terjadi saat seluruh penghuni rumah Made Buda Astawa (40) dan Wayan Samiada (39) tertidur pulas tidak mengakibatkan korban jiwa. Meski demikian akibat peristiwa itu kedua korban kehilangan tempat tinggal dan mengalami kerugian material masing-masing Rp 20 Juta.
Menurut penuturan Made Buda Astawa yang ditemui disela-sela membersihkan puing-puing reruntuhan rumahnya mengatakan, sebelum angin kencang menerjang rumahnya ia beserta lima keluarganya seperti biasa tidur malam harinya.
Tanpa disadarinya saat terjaga ia bersama istri, kedua anaknya dan ibunya sudah dalam kondisi tertimpa reruntuhan bangunan. "Saat itu sekitar pukul dua dini hari,"jelasnya. Ia kemudian berusaha berteriak dan minta tolong. Begitu juga dengan istri, kedua anak dan ibunya dalam keadaan sadar saat itu berusaha keluar dari reruntuhan puing-puing bangunan rumahnya yang rata dengan tanah.
Warga yang mendengar teriakan Astawa kemudian memberikan pertolongan dan berusaha membantu mengeluarkan keluarga Astawa dari reruntuhan bangunan rumahnya.
"Saya bersyukur seluruh keluarga saya selamat, meskipun ada yang mengalami lecet dibagian punggung seperti yang dialami istri dan ibu saya," jelas Astawa.
Ia yang mengandalkan hidup dari buruh bangunan ini berharap kepada pemerintah agar dapat membantu meringankan beban keluarganya. Karena ia kini tidak memiliki rumah sedangkan rumah semi permanen ukuran 7 meter X 5 meter telah rata dengan tanah. Dikatakanya, akibat peristiwa itu ia mengalami
kerugian sekitar Rp 20 juta.
Nasib serupa dialami oleh Wayan Samiada (39). Ia yang rumahnya berjarak sekitar 500 meter dari rumah Astawa juga rata dengan tanah.
"Kejadianya sekitar pukul 02.00 dini hari," jelas Samiada. Meski rumahnya rata ia masih bisa bersyukur karena seluruh keluarganya selamat termasuk akan bungsunya yang masih balita yakni Ni Komang Tri Astuti Dewi umur 2 tahun.
Dikatakanya, malam itu ia bersama istrinya Wayan Mustini (32), dan ketiga anaknya yakni Gede Astawa (13), Kadek Astadewi (11) dan Ni Komang Tri Astuti Dewi, sedang tertidur pulas.
Namun sekitar pukul 02.00 dini hari tadi, saat ia terjaga rumahnya sudah ambruk dan menimpanya berikut istri dan ketiga anaknya. Dari dalam runtuhan bangunan ia kemudian berteriak meminta tolong.
Warga yang mengetahui rumah Samiada roboh kemudian berusaha memberikan pertolongan. "Beruntung semuanya selamat. Hanya luka lecet yang dialami istri dan luka goresan di bagian kepala anak saya yang paling kecil," jelasnya.
Akibat kejadian itu, ia yang mengandalkan hidup sebagai petani sangat membutuhkan uluran bantuan dari pemerintah. "Tadi sudah ada aparat desa dan kecamatan yang datang dan mendata. Kata mereka akan diusulkan ke Kabupaten agar mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tabanan," jelasnya penuh harap. (nod)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6022 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4696 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2352 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026