Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Duktang Sering Lolos, Usul Jalan Layang
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Seringnya penduduk pendatang (duktang) tanpa identitas lolos dari pemeriksaan petugas di Pelabuhan Gilimanuk membuat Pemkab Jembrana putar otak. Malah, timbul usulan agar dibuat jalan layang khusus pejalan kaki dan penumpang bus yang tembus ke Terminal Gilimanuk. Usulan tersebut merupakan salah satu kesimpulan dalam rapat koordinasi antar instansi yang dipimpin Sekkab Jembrana, I Gde Suinaya, Selasa (11/1).
Ketika ditemui seusai meminpin rapat, Suinaya mengatakan pemeriksaan identitas bagi para penduduk pendatang masih saja ada yang lolos. "Hal-hal seperti ini harus diseriusi karena dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat Bali," katanya. Suinaya mencontohkan jika terjadi gangguan keamanan seperti ledakan bom, tentu yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat Bali sendiri.
"Kami juga merasa malu karena propinsi terus mengucurkan biaya untuk pemeriksaan tapi tetap saja ada yang lolos," tandas Suinaya seraya membeberkan Pemprov Bali memberikan anggaran sebesar Rp. 425 juta untuk biaya operasional. Untuk mengatasi bolong-bolongnya pemeriksaan di Gilimanuk, Suinaya memunculkan gagasan untuk menjadikan pintu masuk Bali itu serba elektrik tanpa petugas pemeriksa dengan harapan memperkecil pungli tetapi pengawasan tetap dilakukan. " Tapi sementara ini kita intensifkan dulu protap yang sudah ada dulu," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Dafdukcapilnakertrans Jembrana, Dede Heryadhy yang mendampingi Suinaya mengatakan persoalan lainnya adalah angkutan penumpang menurunkan muatannya di tengah jalan untuk diperiksa identitasnya. "Hal ini sangat mengganggu arus lalu lintas dan membuka peluang penumpang bus lolos dari pemeriksaan," katanya.
Untuk itu Dede mengusulkan alternatif lain dengan membangun jalan layang khusus pejalan kaki dari pelabuhan langsung menuju terminal Gilimanuk. "Nantinya pemeriksaan itu dilakukan di jalan layang, sedangkan angkutannya menunggu di Terminal Gilimanuk yang lokasinya tidak jauh dari Pelabuhan," ungkapnya.
Namun untuk saat ini, Dede mengaku akan mengefektifkan protap yang ada, memberikan pengarahan kepada personil dan menambahkan perangkat bantuan, misalnya CCTV. Dede juga mengaku mengusulkan kenaikan uang makan dari Rp. 30 ribu untuk setiap personil menjadi Rp. 50 ribu. "Saya rasa nilai itu terlalu kecil, apalagi bagi petugas yang rumahnya jauh," terangnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6022 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2351 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan