Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Empat Hari Kebakaran Lereng Gunung Agung Hanguskan 520 Hektare Hutan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Empat hari kebakaran hutan di lereng Gunung Agung, Karangasem, Bali menghanguskan ratusan hektare lahan yang mencangkup wilayah Dusun Juntal, Bantas, Daya hingga Belong di Kecamatan Kubu.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Karangasem, I Putu Eka Putra Tirtana menerangkan, kebakaran hutan di lereng Gunung Agung mulai terpantau sejak 27 September 2023 hingga Sabtu (30/9/2023) siang masih terlihat sejumlah titik api.
Hingga saat ini, berdasarkan perkiraan Kepala Resor Polisi Hutan (KRPH) luas hutan yang terbakar sudah mencapai kurang lebih 520 hektar. Terlebih, dengan kondisi musim kemarau, kebakaran hutan diperkirakan akan terus meluas.
"Karena cuaca yang masih panas di lokasi dan juga musim kemarau, masih mungkin terjadinya kebakaran lahan dan hutan di lereng Gunung Agung, namun demikian posisi kebakaran masih jauh dari kebun warga," ujar Tirtana.
Tim gabungan yang terdiri dari anggota Dinas Kehutanan Provinsi Bali, KPH Bali Timur, BPBD Karangasem, Babinsa Kubu dan KTH Mundep Lestari telah melakukan upaya membuat sekat api di ketinggian 1.702 Mdpl.
Selama proses penanganan akses jalan menuju titik api cukup sulit dicapai dan berada cukup jauh di lereng Gunung Agung.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4466 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2250 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1565 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1014 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 949 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun