Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Empat Siswa SD Ditampar Guru
Banyubiru
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Lantaran tidak menyiram WC sehabis kencing, 4 siswa SDN 2 Banyubiru ditampar oleh KS, guru di sekolah tersebut dengan penggaris plastik. Keempat siswa yang semuanya kelas 2 tersebut, ada yang mengaku ditampar pada bagian pipi.
Dari informasi yang diperoleh, pemukulan yang dilakukan KS ini berlangsung pada Senin (27/10) lalu. KS diduga telah melakukan pemukulan terhadap RF(8), AM (8), FA (8) dan Al (8). Dari penuturan AM diketahui kejadian berawal dari keempat siswa tersebut kebelet kencing dan masuk ke WC tanpa melepas sepatu, padahal setiap pagi kepala sekolah mengumumkan kalau masuk ke WC/kamar mandi agar sepatunya dilepas.
Keempat siswa tersebut pergi begitu saja tanpa menyiram bekas kencing lantaran bel masuk kelas telah berbunyi. Kejadian tersebut diketahui KS yang juga koordinator Protap UKS di sekolah tersebut. Kemudian KS memanggil keempat siswa tersebut dan sempat melayangkan tamparan dengan menggunakan penggaris plastik ukuran 30 cm.
"Saya ditampar di bagian pipi saya dengan penggaris plastik," ujar AM. Lanjut AM, kejadian tersebut juga menimpa ketiga temannya, bahkan ada juga yang menerima tendangan KS di bagian kakinya.
AM juga menuturkan pulang sekolah dirinya menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Kepada Beritabali.com, Rosida mengatakan setelah mendengar penuturan keponakannya, hari itu juga dirinya mengutus adiknya, Rosidi untuk menanyakan kejadian tersebut kepada pihak sekolah.
"Saat itu guru tersebut sempat minta maaf pada adik saya," katanya. Lanjut Rosida, keesokan harinya, Selasa (28/10), AM masuk sekolah namun kembali menerima perlakukan yang kurang baik dari Dw, guru di sekolah tersebut. "Saat itu Dw mengusir keponakan saya dan malah disuruh pindah sekolah ke Pengambengan gara-gara mengadukan masalah ini kepada orang tua," jelasnya.
Lantaran diusir, korban pulang ke rumah dan tidak mau sekolah. Hingga Rabu (29/10) korban tidak berani lagi untuk datang ke sekolah. Sedangkan ibu korban, Rodiah yang didampingi suaminya, Sahidin, mengatakan dirinya tidak terima dengan perlakuan guru seperti itu, apalagi setelah memukul kemudian mengusir anaknya dari sekolah.
"Jelas kami keberatan,"tandasnya. Rodiah mengakui kalau anaknya memang nakal tapi masih bisa dinasehati. "Anak saya memang nakal tapi masih bisa kok dinasehati," terangnya.
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5862 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4608 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2578 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2218 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2200 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan