Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 28 Mei 2026
Erdogan Telepon Putin Minta Rusia Habisi Kurdi Imbas Bom Istanbul
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta Presiden Rusia Vladimir Putin membersihkan pasukan Kurdi dari Suriah Utara, yang dianggap bertanggung jawab atas ledakan bom di Istanbul pada November lalu. Pernyataan itu muncul saat Erdogan telepon Putin pada Minggu (11/12).
Baca juga:
Putin Beraksi, Rusia Ancam AS Hingga Jepang">'Saudara Kembar' Putin Beraksi, Rusia Ancam AS Hingga Jepang
"Penting untuk membersihkan (milisi Kurdi) dari perbatasan hingga setidaknya 30 kilometer," kata Erdogan, seperti dikutip Times of Israel.
Ia menegaskan tindakan itu adalah prioritas. Dalam percakapan tersebut, Erdogan juga mengancam akan melancarkan serangan darat ke Suriah utara untuk mengusir pasukan Kurdi. Beberapa pasukan Kurdi berada di daerah di bawah kendali militer Rusia.
Selain itu, Erdogan menuduh Rusia gagal menindaklanjuti kesepakatan tersebut. Turki dan Rusia terlibat dalam perjanjian 2019. Kesepakatan ini berisi penetapan zona aman dan mengakhiri serangan lintas batas dari wilayah Suriah.
Sementara itu, Kremlin mengonfirmasi perjanjian 2019 juga dibahas dalam pembicaraan Erdogan-Putin.
"Pertahanan dan layanan luar negeri kedua negara akan mempertahankan kontak dekat untuk hal ini," demikian pernyataan resmi Kremlin.
Moskow dan Ankara telah bekerja sama secara erat menyoal Suriah. Beberapa bulan terakhir, Rusia juga mendorong rekonsiliasi antara Turki-Suriah.
Rusia juga dianggap sebagai pemain kunci dalam konflik Suriah yang mendukung Presiden Bashar Assad.
Pada 14 November lalu, bom meledak di Istanbul. Imbas kejadian ini, enam orang meninggal.
Pemerintah Turki menyalahkan Partai Pekerja Kuristan (PKK) dan afiliasinya di Suriah Utara, Unit Perlindungan Rakyat (YPG), sebagai dalang serangan tersebut. Namun, kelompok Kurdi menyangkal serangan di Istanbul.
Sejak 20 November, Turki meluncurkan artileri dan serangan pesawat tak berawak di dekat perbatasan Kurdi sebagai respons ledakan bom.
PKK kerap mengobarkan pemberontakan melawan Turki selama 38 tahun. Organisasi ini terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.
Namun, Uni Eropa dan AS tak menetapkan YPG sebagai kelompok teror.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2214 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2097 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1555 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1439 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli