Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 30 Agustus 2026
Fitur Baru WhatsApp: Kelak Pesan Hanya Bisa Diteruskan Sekali
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebuah fitur baru WhatsApp sedang dikembangkan yang fungsinya akan membatasi fitur Forward Messages atau pesan diteruskan. Nantinya pesan hanya bisa dibagikan satu kali untuk percakapan di grup WhatsApp.
Pembatasan baru ini pertama kali ditemukan oleh WABetaInfo untuk WhatsApp Beta versi 2.22.7.2. Jika sebelumnya pesan dapat diteruskan hingga ke banyak grup, maka update terbaru ini hanya berlaku untuk diteruskan satu kali saja.
Artinya, jika pesan itu mau diteruskan ke grup lain, maka pengguna harus melakukannya secara manual. Pengguna lain yang menerima pesan itu juga tetap mendapatkan tanda bahwa pesan itu sudah dibagikan beberapa kali, sebagaimana dikutip dari Technave, Senin (14/3/2022).
Kebijakan baru ini sejalan dengan fitur WhatsApp yang sudah dirilis sebelumnya pada 2020 lalu. Saat itu, pesan yang diteruskan hingga lebih dari empat kali akan mendapatkan label khusus.
WhatsApp dalam blog resminya mengatakan kalau kebijakan itu untuk membantu mengurangi misinformasi yang beredar di platformnya. Terlebih tahun 2020 sedang marak penyebaran informasi terkait Covid-19.
Tapi fitur pembatasan pesan yang hanya sekali ini belum diluncurkan secara resmi. Tidak ada informasi kapan fitur ini dirilis ke publik.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4749 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2552 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2191 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1811 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1236 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun