Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 15 September 2026
Galakkan Persatuan untuk Cegah Isu Pemecah Belah Bangsa
Gerakan Nusantara Bersatu di Tabanan
Kamis, 1 Desember 2016,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com - Tabanan. Isu-isu negatif yang bersifat provokatif di Indonesia belakangan ini mulai mengkhawatirkan. Jika tidak dihadapi dengan serius dan tepat, isu dan permasalahan tersebut dapat memecah belah persatuan dan kebhinekaan Bangsa Indonesia. Untuk meredam gejala-gejala perpecahan ini Kodim 1619 Tabanan mengadakan gerakan bertajuk "Gerakan Nusantara Bersatu, Indonesiaku Indonesiamu, Indonesia Kita Bersama Bhineka Tunggal Ika" pada Rabu (30/11) di Lapangan Alit Saputra, Tabanan.
Hadir dalam acara tersebut Sekda Kabupaten Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, Komandan Kodim (Dandim) 1619/Tabanan Letkol Inf. Herwin Gunawan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Ketut Suryadi, Kapolres Tabanan AKBP Marsdianto, Ketua PHDI Tabanan I Wayan Tontra. Acara ini juga dihadiri seluruh elemen masyarakat, mulai dari TNI/Polri, Seluruh SKPD Pemkab Tabanan, Forum Lintas Agama, Ormas Tabanan, Veteran dan komponen masyarakat lainnya.
Ketut Suryadi yang menjadi pembicara utama dalam gerakan Nusantara Bersatu mengatakan acara yang digelar serentak di Indoensia pada hari ini bertujuan untuk membangun kesadaran baru dan reorientasi terhadap pentingnya persatuan dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi Bangsa Indonesia.
“Indonesia adalah bangsa yang besar dan kaya, tujuan dari gerakan ini adalah untuk mengingatkan dan mengajak kita semua untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yakni dengan persatuan. Oleh karena itu saya berharap dan mohon kepada seluruh komponen masyarakat Tabanan hentikan friksi, konflik dan para pembentuknya,” ujarnya.
Dijelaskan, salah satu problema intern di negara Indonesia adalah tidak pernah putus dan berhentinya konflik internal diantara minoritas elitis.
“Selama ini bangsa Indonesia dapat bertahan dari berbagai konflik dan godaan internal maupun eksternal setelah merdeka adalah karena adanya pancasila yang didukung oleh 3 pilar kebangsaan yang lain, yakni; Undang Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keempat pilar ini saya harapkan hari ini mulai digaungkan, dikumandangkan dan direnungkan,” tegasnya.
Dikatakannya, Indonesia sudah diwarisi konsepsi pokok bernegara oleh Bung karno, yaitu Gotong royong. Konsepsi gotong royong ini tidak bisa ditawar. Gotong royong menjiwai pancasila.
“Pancasila sebagai landasan dasar dan falsafah hidup, tidak bisa ditawar lagi pancasila menjiwai semua nafas maupun gerak kita dan tidak boleh digantikan oleh siapun dan oleh kekuatan apapun. Setiap sila mencerminkan gotong royong. Sila pertama Ketuhanan Yang Masa Esa yang berjiwa gotong royong adalah dengan toleransi satu sama lain, dan tidak menyerang ataupun mengucilkan pihak manapun. Sementara sila kedua Kemanusiaan yang adil dan beradab, Kemanusiaan yang dilandasi dengan gotong royong adalah kemanusiaan yang berkepribadian, berkeadaban, serta interaksi pergaulan yang tidak menjajah dan menindas,” ujarnya.
Ditambahkannya, persatuan tidak hanya harus dilakukan oleh rakyat namun juga para pemimpin elitis.
“Kita harus introspeksi diri sebagai penyelenggara negara dan pemangku kepentingan. Dalam kondisi sekarang tidak bisa hanya rakyat yang diminta bersatu, yang terpenting elitis bersatu dulu untuk memberikan teladan yang bersatu. Apa gunanya rakyat bersatu kalau pemimpin di atas pecah. Kita ada di alam demokratis, apapun yang kita bangun ayo bangun dengan komitmen, apapun yg kita bangun jangan mengedepankan ego sektoral apalagi terjebak pada kepentingan kapital” jelasnya.
Selain orasi gerakan nusantara bersatu, acara hari itu juga dimeriahkan dengan menyanyikan lagu-lagu nasional, pembacaan puisi kebangsaan, pembacaan doa dari setiap masing-masing agama, serta penampilan kesenian daerah. Tidak hanya itu semua yang hadir juga diajak untuk mengucapkan yel-yel Indonesia bersatu. Hal yang menarik, seluruh elemen masyarakat yang hadir menggunakan Ikat kepala (pita) berwarna merah putih. [rls/wrt]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5059 Kali
02
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3425 Kali
03
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2165 Kali
04
05
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 878 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026