Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Galian C di Karangasem Mendadak Ditutup, Target PAD Terancam Meleset
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Target Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Karangasem dari sektor pajak mineral batuan bukan logam (MBLB) tahun 2024 ini terancam tak tercapai menyusul adanya penutupan aktivitas galian C sejak beberapa hari terakhir ini.
Menurut Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Karangasem, I Wayan Ardika, sisa target pendapatan yang belum tercapai tahun 2024 ini tersisa sekitar Rp30 miliar. Pihaknya merasa sedikit khawatir, target tersebut tidak terpenuhi menyusul adanya penutupan aktivitas galian C tersebut.
"Ya aktivitas galian C di tutup sudah sejak dua hari yang lalu, kita tidak tahu akan ditutup sampai kapan, jika penutupannya lama tentu akan berdampak terhadap capaian target kita," kata Ardika, Senin (7/10/2024).
Biasanya, rata-rata dalam sehar jumlah truk pengangkut galian C di Kabupaten Karangasem mencapai 1.600 unit. Dengan adanya penutupan tersebut bisa dibayangkan berapa pajak yang hilang setiap harinya.
Sementara itu, Kapolres Karangasem, AKBP. I Nengah Sadiarta saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait penyebab adanya penutupan aktivitas galian C tersebut belum memberikan jawabannya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4498 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2307 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1917 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1583 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1030 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun