Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Gerokgak Disiapkan Jadi Sentra Ketahanan Pangan Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat sektor pertanian dan hortikultura sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Kecamatan Gerokgak kini diproyeksikan menjadi salah satu kawasan strategis pengembangan pangan di Kabupaten Buleleng.
Hal tersebut disampaikan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, usai menghadiri kegiatan Dharma Santi bertema “Parasparam Bhawayantah Sreyah” di Gedung Serbaguna Desa Adat Gerokgak, Sabtu (9/5).
Menurut Sutjidra, Kecamatan Gerokgak memiliki potensi besar dari sisi luas lahan, sumber daya alam, hingga peluang pengembangan sektor pertanian, hortikultura, perikanan, dan industri pangan.
“Gerokgak ini salah satu kecamatan yang sangat potensial. Pengembangan industri perikanan dan pertanian secara luas sangat memungkinkan karena lahannya cukup besar,” ujar Sutjidra.
Ia menjelaskan, Pemkab Buleleng telah melakukan pemetaan lahan potensial di sembilan kecamatan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Setiap wilayah disiapkan berdasarkan karakteristik dan komoditas unggulannya masing-masing.
Dalam skema tersebut, Gerokgak menjadi salah satu kawasan utama pengembangan pertanian hortikultura berkelanjutan, khususnya di wilayah Pejarakan dan sekitarnya.
Sutjidra mengungkapkan Kabupaten Buleleng menjadi satu dari 13 kabupaten di Indonesia yang dipilih dalam program pengembangan ketahanan pangan nasional.
“Dari sekitar 540 kabupaten di Indonesia, hanya 13 kabupaten yang dipilih dan Kabupaten Buleleng menjadi salah satunya. Pengembangan difokuskan pada empat komoditas utama, yakni dua komoditas buah dan dua komoditas hortikultura. Untuk buah-buahan meliputi durian dan manggis, sedangkan komoditas hortikultura meliputi bawang merah dan sayuran hijau,” ungkapnya.
Dalam pengembangannya, durian direncanakan dikembangkan di Kecamatan Busungbiu dan Seririt. Sementara manggis akan dipusatkan di Kecamatan Gerokgak.
Untuk bawang merah, pengembangan diarahkan di Kecamatan Gerokgak, Kubutambahan, dan Sawan. Sedangkan sayuran hijau akan dikembangkan di wilayah dataran tinggi yang dinilai mendukung produktivitas pertanian.
Menurut Sutjidra, seluruh potensi tersebut telah dipetakan agar pengembangan komoditas dapat berjalan lebih fokus dan berkelanjutan hingga tahun 2029.
“Mengenai kebutuhan air untuk pengembangan pertanian, nantinya akan dimanfaatkan Bendungan Gerokgak. Dari hasil pengamatan, kawasan sepanjang aliran bendungan memiliki potensi lahan dan ketersediaan air yang cukup baik. Termasuk juga kita akan memperbaiki jaringan irigasi dan jalan usaha tani melalui program pusat yang kita terima,” papar Sutjidra.
Selain itu, Pemkab Buleleng juga membuka peluang pembangunan embung penampungan air guna memperkuat sistem pengairan pertanian di kawasan Gerokgak dan sekitarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5870 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4612 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2580 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2224 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2203 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan