Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Hamas Buka Peluang Setuju Gencatan Senjata dengan Israel di Gaza
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kelompok Hamas Palestina memberi sinyal siap untuk gencatan senjata dengan Israel di Jalur Gaza.
"Kami telah memberi tahu mediator di Mesir, Qatar, dan Turki bahwa Hamas siap untuk gencatan senjata dan kesepakatan serius untuk pertukaran sandera," kata seorang pejabat senior Hamas kepada AFP.
Pernyataan pejabat Hamas dikeluarkan sehari setelah milisi Hizbullah di Lebanon menyatakan gencatan senjata dengan Israel mulai 27 November kemarin.
Hizbullah yang mulai menembakkan roket ke Israel pada 8 Oktober 2023 sebagai bentuk solidaritas terhadap penderitaan rakyat Palestina di Gaza, awalnya bersumpah tidak akan berhenti berperang dengan Israel sampai ada gencatan senjata di Gaza.
"Hamas menghargai hak Lebanon dan Hizbullah untuk mencapai kesepakatan yang melindungi rakyat Lebanon. Kami harap kesepakatan ini membuka jalan untuk mencapai kesepakatan yang mengakhiri genosida terhadap rakyat kami di Gaza," kata pejabat Hamas, Sami Abu Zuhri, kepada Reuters.
Abu Zuhri menyalahkan kegagalan gencatan senjata sebelumnya kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
"Hamas menunjukkan fleksibilitas tinggi untuk mencapai kesepakatan dan masih berkomitmen pada posisi itu dan tertarik untuk mencapai kesepakatan yang mengakhiri perang di Gaza," kata Abu Zuhri.
"Masalahnya selalu ada pada Netanyahu yang selalu gagal mencapai kesepakatan," imbuhnya.
Selama beberapa bulan terakhir, upaya gencatan senjata Israel-Hamas hanya mencapai sedikit kemajuan. Saat ini negosiasi itu bahkan ditunda.
Pekan lalu, pejabat senior Israel mengatakan ada tanda-tanda Hamas terbuka terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Kemarin usai menyetujui kesepakatan dengan Lebanon, PM Netanyahu mengindikasikan bahwa militer Israel justru akan meningkatkan tekanan di Gaza.
"Sejak hari kedua perang, Hamas mengandalkan Hizbullah untuk bertempur di pihaknya. Dengan tersingkirnya Hizbullah, Hamas akan sendirian. Kami akan meningkatkan tekanan pada Hamas dan itu akan membantu kami dalam misi suci kami untuk membebaskan sandera," kata Netanyahu.
Hingga kini lebih dari satu tahun agresi Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 44 ribu warga sipil. Sebagian besar korban tewas akibat kebrutalan Israel itu adalah kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, dan lansia. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1945 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1699 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1569 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1519 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun