Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Hamas Buka Peluang Setuju Gencatan Senjata dengan Israel di Gaza
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kelompok Hamas Palestina memberi sinyal siap untuk gencatan senjata dengan Israel di Jalur Gaza.
"Kami telah memberi tahu mediator di Mesir, Qatar, dan Turki bahwa Hamas siap untuk gencatan senjata dan kesepakatan serius untuk pertukaran sandera," kata seorang pejabat senior Hamas kepada AFP.
Pernyataan pejabat Hamas dikeluarkan sehari setelah milisi Hizbullah di Lebanon menyatakan gencatan senjata dengan Israel mulai 27 November kemarin.
Hizbullah yang mulai menembakkan roket ke Israel pada 8 Oktober 2023 sebagai bentuk solidaritas terhadap penderitaan rakyat Palestina di Gaza, awalnya bersumpah tidak akan berhenti berperang dengan Israel sampai ada gencatan senjata di Gaza.
"Hamas menghargai hak Lebanon dan Hizbullah untuk mencapai kesepakatan yang melindungi rakyat Lebanon. Kami harap kesepakatan ini membuka jalan untuk mencapai kesepakatan yang mengakhiri genosida terhadap rakyat kami di Gaza," kata pejabat Hamas, Sami Abu Zuhri, kepada Reuters.
Abu Zuhri menyalahkan kegagalan gencatan senjata sebelumnya kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
"Hamas menunjukkan fleksibilitas tinggi untuk mencapai kesepakatan dan masih berkomitmen pada posisi itu dan tertarik untuk mencapai kesepakatan yang mengakhiri perang di Gaza," kata Abu Zuhri.
"Masalahnya selalu ada pada Netanyahu yang selalu gagal mencapai kesepakatan," imbuhnya.
Selama beberapa bulan terakhir, upaya gencatan senjata Israel-Hamas hanya mencapai sedikit kemajuan. Saat ini negosiasi itu bahkan ditunda.
Pekan lalu, pejabat senior Israel mengatakan ada tanda-tanda Hamas terbuka terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Kemarin usai menyetujui kesepakatan dengan Lebanon, PM Netanyahu mengindikasikan bahwa militer Israel justru akan meningkatkan tekanan di Gaza.
"Sejak hari kedua perang, Hamas mengandalkan Hizbullah untuk bertempur di pihaknya. Dengan tersingkirnya Hizbullah, Hamas akan sendirian. Kami akan meningkatkan tekanan pada Hamas dan itu akan membantu kami dalam misi suci kami untuk membebaskan sandera," kata Netanyahu.
Hingga kini lebih dari satu tahun agresi Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 44 ribu warga sipil. Sebagian besar korban tewas akibat kebrutalan Israel itu adalah kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, dan lansia. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5852 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2571 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2213 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan