Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Harga Plastik Naik 40 Persen, UMKM Jembrana Tertekan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kenaikan harga plastik dalam beberapa minggu terakhir mulai membebani pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Jembrana. Lonjakan harga yang mencapai sekitar 40 persen membuat biaya produksi meningkat dan margin keuntungan semakin menipis.
Sejumlah jenis kemasan plastik mengalami kenaikan signifikan. Gelas plastik isi 25 yang sebelumnya dijual Rp7.500 kini naik menjadi Rp10.500. Kresek ukuran kecil yang semula Rp4.000 kini menjadi Rp5.000. Sementara kemasan plastik isi 50 lembar melonjak dari Rp7.500 menjadi Rp12.000.
Salah satu pelaku UMKM, Nur Aini, warga Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara, mengaku kenaikan harga ini sangat terasa bagi usaha kecil seperti yang dijalaninya.
Ia mengatakan belum berani menaikkan harga jual es campur yang ia dagangkan karena khawatir pelanggan akan berkurang jika harga dinaikkan.
Meski biaya produksi meningkat, ia memilih mempertahankan harga jual demi menjaga pelanggan. Kondisi ini berdampak langsung pada penurunan keuntungan harian.
Nur Aini berharap harga plastik dapat kembali stabil sehingga pelaku UMKM di Jembrana tetap bisa bertahan di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5698 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2536 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2192 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan