Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Harga Plastik Naik 40 Persen, UMKM Jembrana Tertekan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kenaikan harga plastik dalam beberapa minggu terakhir mulai membebani pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Jembrana. Lonjakan harga yang mencapai sekitar 40 persen membuat biaya produksi meningkat dan margin keuntungan semakin menipis.
Sejumlah jenis kemasan plastik mengalami kenaikan signifikan. Gelas plastik isi 25 yang sebelumnya dijual Rp7.500 kini naik menjadi Rp10.500. Kresek ukuran kecil yang semula Rp4.000 kini menjadi Rp5.000. Sementara kemasan plastik isi 50 lembar melonjak dari Rp7.500 menjadi Rp12.000.
Salah satu pelaku UMKM, Nur Aini, warga Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara, mengaku kenaikan harga ini sangat terasa bagi usaha kecil seperti yang dijalaninya.
Ia mengatakan belum berani menaikkan harga jual es campur yang ia dagangkan karena khawatir pelanggan akan berkurang jika harga dinaikkan.
Meski biaya produksi meningkat, ia memilih mempertahankan harga jual demi menjaga pelanggan. Kondisi ini berdampak langsung pada penurunan keuntungan harian.
Nur Aini berharap harga plastik dapat kembali stabil sehingga pelaku UMKM di Jembrana tetap bisa bertahan di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1981 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun