Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 18 Agustus 2026
Harga Telur Terjun Bebas Dipicu Investor Asing
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Harga telur ayam saat ini ditengarai terjun bebas di pasaran.
Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara (PPRN) Alvino Antonio mengungkap penyebab anjloknya harga telur di pasaran dalam beberapa waktu terakhir.
Alvino menyebut, penurunan harga telur sendiri dipicu oleh keberadaan investor asing yang turut andil dalam kegiatan budi daya sektor perunggasan. Akibatnya terjadi over supply di pasaran yang membuat harga telur jatuh cukup dalam.
"Penurunan (harga) karena Over supply (telur). Terjadi sejak perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) integrator ikut berbudidaya dalam jumlah supply yang tidak terkendali," ujarnya dikutip dari Merdeka.com, Sabtu (11/9).
Akibatnya, harga telur produksi peternak rakyat terjun bebas. Bahkan, penurunan harga telur mencapai Rp6.000 per kilogram (kg).
"Padahal, harga pokok produksi peternak rakyat Rp 21.000 per kg. Harga telur sekarang Rp 15.000 sampai 16.000 per kg," jelasnya.
Oleh karenanya, di mendesak pemerintah untuk segera turun tangan dengan melarang integrator berbudidaya untuk mencegah terulangnya banjir stok telur.
Cara lainnya, pemerintah bisa menerapkan skema pembagian market, misalnya pasar tradisional untuk peternak rakyat dan integrator marketnya industri horeka (hotel restaurant katering dan olahan).
"Dan kami minta dibuatkan perpres yang melindungi peternak rakyat mandiri sesuai dengan undang-undang," tambahnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4571 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2374 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2029 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1637 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1075 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun