Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Hendak Cari Rumput, Petani di Tabanan Kehilangan Motor
BERITABALI.COM, TABANAN.
Sindikat pencurian kendaraan bermotor di Tabanan tampaknya masih gencar melakukan aksinya.
Pada Rabu, (10/7) di Banjar Apit Yeh, Desa Gunung Salak, Kecamatan Selemadeg Timur (Seltim) seorang petani kehilangan kendaraannya ketika hendak mencari rumput.
Infomasi yang berhasil dihimpun, seorang petani di Banjar Apit Yeh, I Wayan Madia, 85 tahun pada Rabu pagi sekitar Pukul 07.30 WITA pergi ke kebun untuk mencari rumput di Banjar Apit Yeh.
Kemudian korban memarkirkan motornya di pinggir jalan, setelah pelapor selesai mencari rumput sekitar Pukul 08.15 WITA saat hendak pulang ke rumah, motor pelapor yg terparkir dipinggir jalan sudah hilang.
Adapun identitas motor tersebut adalah Honda Astrea Prima Tahun 1990, warna hitam dengan nomor polisi DK 7534 DB atas nama korban. Dengan kejadian tersebut melaporkannya ke Polsek Selemadeg Timur agar mendapat penyelidikan lebih lanjut.
Kapolsek Selemadeg Timur AKP I Nyoman Artadana membenarkan peristiwa itu. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.
“Anggota masih melakukan pendalaman kasus,” ujarnya.
AKP Artadana menyebutkan, saat korban memarkirkan kendaraan dalam kondisi kunci nyantol. Sehingga memudahkan pencuri untuk mengambil kendaraan korban.
“Kami imbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada. Karena banyak kasus kehilangan kendaraan roda dua karena kunci masih nyatol,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan