Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 6 November 2026
Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Koster Pilih Matikan Kolom Komentar
beritabali/ist/Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Koster Pilih Matikan Kolom Komentar.
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Setelah FIFA resmi membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, Gubernur Bali I Wayan Koster memilih mematikan kolom komentar di akun media sosial Instagram miliknya.
Koster menjadi sorotan usai penolakannya terhadap Timnas Israel yang rencananya akan bermain di Indonesia dalam ajang Piala Dunia U-20 2023. Terpantau semua unggahan Koster tak ada komentar dan warganet tak bisa meninggalkan pesan di laman tersebut.
Berbeda dengan Koster, akun media sosial milik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo diserbu warganet usai FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.
Postingan Ganjar terbaru yang mengunggah video dirinya berkunjung ke sebuah panti jompo pun dibanjiri komentar soal Piala Dunia U-20 2023.
"Terima kasih sudah menghancurkan mimpi anak bangsa," ujar warganet di laman Instagram Ganjar.
"Semoga jadi Presiden Palestina," tulis salah satu akun menyindir Ganjar.
"Respect Gubernurku, rela menolak Israel demi menyakiti hati masyarakat sendiri," singgung warganet.
"2024 No Ganjar," tulis akun lainnya.
Tak hanya di Instagram, di Twitter pun Ganjar "dirujak" warganet.
"Saya pendukung anda jadi presiden, tapi kenapa anda menghancurkan sepakbola Indonesia?? Kalau di ban, berapa banyak pemain, pelatih wasit, dan stakeholder sepakbola yang nganggur.. Tolong bijak berpendapat," cuit warga di Twitter.
Sebelumnya FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 karena penolakan terkait partisipasi timnas Israel U-20.
Sejumlah kepala daerah, organisasi masyarakat hingga organisasi keagamaan menyatakan menolak kedatangan Timnas Israel di Piala Dunia U-20 yang rencananya digelar di enam provinsi, meliputi DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
Penolakan dari sejumlah kepala daerah yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan, yang paling menjadi sorotan. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 625 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 510 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan