Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Koster Pilih Matikan Kolom Komentar
beritabali/ist/Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Koster Pilih Matikan Kolom Komentar.
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Setelah FIFA resmi membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, Gubernur Bali I Wayan Koster memilih mematikan kolom komentar di akun media sosial Instagram miliknya.
Koster menjadi sorotan usai penolakannya terhadap Timnas Israel yang rencananya akan bermain di Indonesia dalam ajang Piala Dunia U-20 2023. Terpantau semua unggahan Koster tak ada komentar dan warganet tak bisa meninggalkan pesan di laman tersebut.
Berbeda dengan Koster, akun media sosial milik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo diserbu warganet usai FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.
Postingan Ganjar terbaru yang mengunggah video dirinya berkunjung ke sebuah panti jompo pun dibanjiri komentar soal Piala Dunia U-20 2023.
"Terima kasih sudah menghancurkan mimpi anak bangsa," ujar warganet di laman Instagram Ganjar.
"Semoga jadi Presiden Palestina," tulis salah satu akun menyindir Ganjar.
"Respect Gubernurku, rela menolak Israel demi menyakiti hati masyarakat sendiri," singgung warganet.
"2024 No Ganjar," tulis akun lainnya.
Tak hanya di Instagram, di Twitter pun Ganjar "dirujak" warganet.
"Saya pendukung anda jadi presiden, tapi kenapa anda menghancurkan sepakbola Indonesia?? Kalau di ban, berapa banyak pemain, pelatih wasit, dan stakeholder sepakbola yang nganggur.. Tolong bijak berpendapat," cuit warga di Twitter.
Sebelumnya FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 karena penolakan terkait partisipasi timnas Israel U-20.
Sejumlah kepala daerah, organisasi masyarakat hingga organisasi keagamaan menyatakan menolak kedatangan Timnas Israel di Piala Dunia U-20 yang rencananya digelar di enam provinsi, meliputi DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
Penolakan dari sejumlah kepala daerah yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan, yang paling menjadi sorotan. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2315 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1949 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun