Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Iran Ancam Balas Uni Eropa Jika Tetapkan IRGC Sebagai Teroris
BERITABALI.COM, DUNIA.
Garda Revolusi Iran (Iran's Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) mengancam bakal memberikan 'balasan' apabila Uni Eropa membuat 'kesalahan' dengan menetapkan mereka sebagai kelompok teroris.
"Jika Eropa membuat kesalahan, mereka harus menerima konsekuensinya," kata kepala IRGC Mayor Jenderal Hossein Salami seperti dikutip Sepah News.
Salami berkata demikian usai anggota parlemen Eropa mendesak Uni Eropa memasukkan IRGC ke dalam daftar organisasi teroris karena melakukan penindasan terhadap pengunjuk rasa dan memasok drone ke Rusia.
Menteri Luar Negeri Uni Eropa pun mengatakan bakal membahas tambahan sanksi terhadap Iran pekan depan.
Soal ini, Salami mengatakan Uni Eropa "merasa bahwa dengan pernyataan semacam itu bisa mengguncang pasukan besar (IRGC) ini."
Padahal, IRGC tak pernah khawatir mengenai hal itu dan bahkan bisa "bertindak lebih kuat" jika Uni Eropa memancing.
"Kami tidak pernah cemas soal ancaman semacam itu atau bahkan bisa menindaknya karena sebanyak musuh kami memberi kesempatan untuk kami bertindak, kami bisa bertindak lebih kuat," ujarnya.
Mantan komandan Angkatan Udara IRGC sekaligus juru bicara parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, juga menyampaikan hal serupa.
Ghalibaf mengatakan parlemen siap menindak tegas "tindakan apapun yang merugikan Garda Revolusi Iran dan merusak kebenaran."
"Kami di parlemen siap untuk menangani dengan tegas setiap tindakan yang mencoba untuk merugikan Korps Pengawal Revolusi Islam dan mendistorsi kebenaran," kata Ghalibaf seperti dikutip AFP.
Pada Rabu (18/1), Parlemen Eropa meminta Uni Eropa memasukkan IRGC ke dalam daftar organisasi teroris.
Hal itu terungkap dalam sebuah teks tersebar yang menunjukkan bahwa mayoritas anggota parlemen mendukung langkah tersebut.
Anggota parlemen Un Eropa mendesak hal tersebut karena menilai IRGC melakukan serangkaian aksi teroris, termasuk menindas pengunjuk rasa kematian Mahsa Amini. IRGC juga dikecam karena telah memasok drone ke Rusia.
Hubungan antara negara-negara anggota Uni Eropa dan Teheran sendiri memang panas dalam beberapa bulan terakhir. Hal itu lantaran terhentinya upaya mereka berdialog soal nuklir.
Teheran selama ini juga membuat panas karena menahan beberapa warga negara Eropa. Iran pun tak henti-henti melakukan tindakan kekerasan terhadap para demonstran di negara itu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4501 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2308 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1921 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1583 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun