Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Izin Perusahaan Bus Angkut Rombongan SMK TI Bali Global Kecelakaan Kedaluwarsa
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Perusahaan Bus Pariwisata Sakhindra Trans nopol DK 7949 GB yang membawa rombongan pelajar SMKTI Bali global dan terlibat kecelakaan maut di Jalan Imam Bonjol dan Jalan Patimura, Kota Batu, Jawa Timur, Rabu (8/1) malam akan diperiksa.
Polisi akan menelusuri penyebab insiden kecelakaan beruntun yang berawal dari bus diduga rem blong hingga menwaskan 4 orang.
"Iya [pihak perusahaan bus diperiksa]," kata Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Komarudin usai olah TKP di Batu, Kamis (9/1).
Pasalnya, perusahaan diduga tahu kondisi bus mengalami kendala pada rem. Sebab sopir diduga sempat melaporkan hal itu sebelum kejadian kecelakaan.
"Ini yang masih kami dalami. Saat ini sopir masih dilakukan pemeriksaan. Fakta-fakta seberapa jauh yang bersangkutan tahu kalau kondisi kendaraan dalam keadaan laik atau tidaknya untuk dioperasionalkan tentu nanti akan bisa dibuktikan," ujarnya.
"Sehingga nanti untuk penerapan pasalnya pun antara akibat lalainya perbuatan sengaja ini yang akan menentukan. Mudah-mudahan sore ini sudah ada kejelasan," imbuh Komarudin.
Selain itu, Komarudin mengatakan, surat izin angkut bus yang membawa rombongan SMK TI Bali Global Badung itu ternyata sudah habis sejak 2020 lalu. Hal itu diketahui dari data Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
"Data dari Kemenhub setelah kita dalami bus dengan nopol DK 7942 GB ternyata surat izin angkutnya kedaluwarsa pada tanggal 26 April 2020," kata Komarudin di lokasi kejadian, Kamis (9/1).
Tak hanya itu, Komarudin mengatakan, Uji Kendaraan Bermotor (KIR) atau rangkaian pemeriksaan kelayakan berkala bus tersebut juga sudah habis masa berlakunya sejak 2023.
"Kemudian uji berkalanya pun atau yang kita kenal dengan KIR mati di tanggal 15 Desember 2023. Ini fakta sementara yang kami dapati," ucapnya.
Lebih lanjut, dari hasil pemeriksaan sementara, sang sopir mengaku bahwa mengetahui rem bus yang dikendarainya mengalami blong saat di jalan.
"Sopir mengetahui bahwa remnya tidak berfungsi. Sopir sempat berkomunikasi dengan kernet dan menginformasikan kepada kernet bahwa remnya tidak berfungsi kemudian kernet mengimbau kepada para penumpang untuk pindah ke belakang," ungkapnya.
Namun laju bus tak bisa dikendalikan. Ditambah lagi kondisi Jalan Imam Bonjol, kata Komarudin, yang memang memiliki elevasi atau kemiringan 5-7 derajat.
"Dengan sudut kemiringan ataupun sudut elevasi rata-rata 5-7 derajat, tentu kita harus membayangkan kendaraan yang memang meluncur ke bawah," tuturnya.
Komarudin mengatakan, pihaknya saat masih terus melanjutkan pendalaman dan pemeriksaan kasus kecelakaan ini. Termasuk kepada si sopir.
Polda Jatim dan Polres Batu sudah mengerahkan tim ahli untuk melakukan traffic accident analysis (TAA) guna mendalami penyebab pasti kecelakaan.
"Saat ini tim ahli sedang melakukan pendalaman ramp check kendaraan yang terlibat khususnya bus, untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menyebabkan sehingga rem tidak berfungsi sementara ini," ucapnya.
"Ini masih dalam pendalaman apakah dalam kondisi perseneling masuk atau netral nanti akan kita menunggu dari tim ahli," kata Komarudin. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5920 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan