Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Kebakaran Hutan Gunung Agung, Terdeteksi Enam Titik Api
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Kebakaran hutan di lereng sisi barat Gunung Agung, Karangasem, Bali hingga sore ini terus dipantau oleh Resort Pemangkuan Hutan (RPH) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem.
Kebakaran hutan yang mulai terdeteksi terjadi sejak Minggu (13/10/2024) itu diperkirakan telah menghanguskan ratusan hektat hutan yang di dalamnya terdiri dari vegetasi berupa pohon pinus, cemara dan semak belukar.
"Dari hasil pemantauan kemarin, teridentifikasi ada sebanyak enam titik api, untuk luas hutan yang terbakar diperkirakan mencapai 100 hektar lebih," kata Arimbawa dikonfirmasi, Selasa (15/10/2024).
Sampai saat ini, lokasi titik kebakaran terpantau berada di sekitar Pura Pengubengan Besakih, dengan ketinggian ±2000 mdpl. Sejauh ini langkah yang dilakukan baru sebatas pemantauan untuk mengantisipasi api mendekati bangunan atau pemukiman warga.
Untuk pemadaman api sendiri, kata Arimbawa sampai saat ini belum memungkinkan mengingat akses menuju lokasi titik kebakaran cukup sulit. Untuk menjangkau lokasi, perjalanan mebutuhkan waktu sekitar 4 jam. Ditambah dengan kondisi cuaca yang sangat panas dan angin kencang di sekitar area kebakaran menambah risiko dan memperlambat penanganan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4500 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2308 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1919 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1583 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun