Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Kemarau, Sejumlah Embung di Karangasem Mulai Mengering
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Persediaan Air yang tertampung di sejumlah embung yang ada di Kabupaten Karangasem belakangan ini mulai menyusut bahkan telah mengering karena dampak musim kemarau.
Berdasarkan hasil pemantaun dari Dinas PUPR-Perkim Karangasem, dari 17 titik embung yang dikelola oleh PUPR, sudah ada 5 embung yang kering karena airnya telah habis digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
Kondisi ini diakui oleh Kabid Sumber Daya Air, Dinas PUPR, Perumahan dan Permukiman Karangasem, I Made Wiguna. Ia mengatakan, untuk embung yang kondisinya telah mengering tersebut diantaranya, Embung Telung Buana di Kecamatan Selat, Embung Datah di Kecamatan Abang, Embung Batu Dawa 1 dan 2 yang ada di Kecamatan Kubu Dan Embung Seraya Timur di Kecamatan Karangasem.
"Ya sudah ada lima embung yang volume airnya sudah habis karena digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan tiap hari," kata Wiguna.
Sedangkan untuk 12 embung sisanya memang saat ini masih berisi air, hanya saja memang akibat musim kemarau, beberapa embung volume airnya tinggal sedikit. Seperti Embung Muntig di Kubu yang berkapasitas 4.55 meter hanya tersisa 0.20 meter, Embung Nangka di Kecamatan Bebandem masih ada sisa air 0.10 meter.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4498 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2307 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1917 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1583 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1030 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun